Kejaksaan Agung RI Perkuat Pengawalan dan Pengawasan Dana Desa Usai Revisi UU Desa

- Kontributor

Senin, 13 Mei 2024 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta|Journalmedianews-Kejaksaan Agung (Kejagung) memperkuat peran dan fungsinya dalam pengawalan dan pengawasan dana desa setelah berlakunya Undang-undang (UU) nomor 3/2024 tentang Desa. Pengawalan ini dilakukan melalui program Jaga Desa atau Jaksa Garda Desa, yang berada di bawah komando Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel).

Jaksa Agung Muda bidang Intelijen, Reda Manthovani, menjelaskan bahwa ada lima sektor keuangan terkait dengan desa yang menjadi fokus kejaksaan dalam pengawalan dan pengawasan dana desa. Korps Adhyaksa memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan keuangan desa.

Dana desa (DD) yang bersumber dari APBN, alokasi DD dari APBD, Dana Bagi Hasil, dana bantuan provinsi, dan kabupaten termasuk dalam cakupan pengawasan keuangan desa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kewenangan kejaksaan dalam melakukan pengawalan dan pengawasan keuangan desa masih mengacu pada UU Desa. Pasal 4 huruf h UU Desa menekankan perlunya pengaturan desa untuk memajukan perekonomian masyarakat desa dan mengatasi kesenjangan pembangunan nasional.

Dana desa merupakan bentuk komitmen negara dan pemerintah dalam perlindungan dan pemberdayaan desa agar menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Penggelontoran dana desa merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang memerlukan pengawalan dan pengawasan agar tepat sasaran.

Berdasarkan catatan Jamintel, pengalokasian dana desa dari tahun 2015 hingga 2021 mencapai sekitar Rp 560 triliun. Jumlah tersebut dialokasikan ke 75.265 desa di seluruh Indonesia. Dana desa menjadi sasaran strategis karena langsung berhubungan dengan lini dasar dan merupakan fundamental kekuatan ekonomi Indonesia.

Kejaksaan, sebagai bagian dari pemerintah, memiliki tanggung jawab untuk memastikan dana desa tepat sasaran dan mencegah penyimpangan dalam penggunaannya.

Program Jaga Desa merupakan realisasi dari tanggung jawab kejaksaan dalam mencegah penyimpangan dana desa.

Baca Juga  KPK identifikasi tiga delik korupsi yang belum diatur dalam UU Tipikor

Program ini melibatkan pendekatan pengawalan, pendampingan, dan pengawasan dengan memperhatikan aspek sistem kerja dan SDM aparatur pemerintah desa, serta menggunakan metode sosialisasi, koordinasi, dan aplikasi berbasis informasi dan teknologi (IT).

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti
KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat
Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan
Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita
Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis
KPK Sebut Empat Tersangka Kasus Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Menteri Nusron
Polda Banten Tangkap Kades di Serang dalam Pengembangan Kasus Narkotika
Bawas MA Perbarui Aturan Gratifikasi, Batas Pemberian Sesama Rekan Kerja Jadi Rp500 Ribu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita

Kamis, 17 September 2026 - 05:07 WIB

Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis

Berita Terbaru

Ilustrasi pengungkapan laboratorium narkoba rahasia di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri memaparkan kronologi penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan narkotika lintas negara dengan barang bukti sekitar 1,2 ton bruto, berupa sabu cair dan sabu kristal.

⚖️ Hukum & Kriminal

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:41 WIB

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB