Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Di antara jajaran Wantimpres tersebut terdapat sejumlah tokoh dengan latar belakang pemerintahan, politik, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha.
Data harta kekayaan sejumlah anggota Wantimpres dapat dilihat berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat dalam sistem Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Data tersebut memiliki waktu pelaporan yang berbeda-beda, sesuai jabatan masing-masing ketika laporan disampaikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut rincian harta kekayaan anggota Wantimpres berdasarkan data LHKPN yang tercantum:
1. Pratikno
Pratikno merupakan Ketua Wantimpres RI merangkap anggota. Laporan terakhir tercatat pada 26 Maret 2026 saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Total harta kekayaannya tercatat Rp22.749.618.374 atau sekitar Rp22,75 miliar.
2. Muhammad Hatta Rajasa
Wakil Ketua Wantimpres RI merangkap anggota ini terakhir menyampaikan LHKPN pada 20 Mei 2014 sebagai Calon Wakil Presiden RI periode 2014–2019.
Harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp30.234.920.585 atau sekitar Rp30,23 miliar, ditambah 75.092 dolar Amerika Serikat.
3. Muhammad Qodari
Sekretaris Wantimpres RI merangkap anggota ini terakhir melaporkan harta kekayaan pada 31 Maret 2026 ketika menjabat Kepala Staf Kepresidenan.
Total hartanya tercatat Rp300.591.467.679 atau sekitar Rp300,59 miliar.
4. Sinta Nuriyah Wahid
Berdasarkan data yang tercantum, belum terdapat tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
5. Muhammad Quraish Shihab
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta dalam daftar LHKPN yang menjadi rujukan.
6. Agum Gumelar
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
7. Chairul Tanjung
Chairul Tanjung terakhir melaporkan LHKPN pada 31 Oktober 2014 ketika menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Harta kekayaannya tercatat Rp7.487.982.516.300 atau sekitar Rp7,49 triliun.
8. Said Aqil Siroj
Said Aqil Siroj terakhir melaporkan harta kekayaan pada 17 Maret 2026 sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Total harta yang tercatat sebesar Rp50.533.234.913 atau sekitar Rp50,53 miliar.
9. Muhammad Anwar Iskandar
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
10. Yahya Cholil Staquf
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
11. Jusuf Wanandi
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
12. Budi Gunawan
Budi Gunawan terakhir melaporkan harta kekayaan pada 16 Januari 2025 ketika menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Harta kekayaannya tercatat Rp36.234.868.425 atau sekitar Rp36,23 miliar.
13. Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo terakhir melaporkan LHKPN pada 31 Maret 2026 sebagai anggota DPR RI.
Total harta kekayaan yang tercatat sebesar Rp212.169.365.934 atau sekitar Rp212,17 miliar.
14. Salim Segaf Aljufrie
Salim Segaf Aljufrie terakhir melaporkan harta kekayaan pada 18 Desember 2014 ketika menjabat Menteri Sosial.
Total harta yang dilaporkan sebesar Rp9.652.947.274 atau sekitar Rp9,65 miliar.
15. Soekarwo
Soekarwo terakhir melaporkan harta kekayaan pada 19 Maret 2025 sebagai anggota Wantimpres RI.
Harta kekayaannya tercatat Rp36.134.840.662 atau sekitar Rp36,13 miliar.
16. Dato’ Sri Tahir
Dato’ Sri Tahir terakhir melaporkan LHKPN pada 2 Mei 2025 sebagai anggota Wantimpres RI.
Total harta kekayaan yang tercatat sebesar Rp9.354.883.428.084 atau sekitar Rp9,35 triliun.
17. Rocky Gerung
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
18. Ida Bagus Purwalaksana
Ida Bagus Purwalaksana terakhir melaporkan harta kekayaan pada 27 Maret 2026 sebagai Komisaris PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
Total harta yang tercatat sebesar Rp8.967.501.947 atau sekitar Rp8,97 miliar.
19. Philip Kuncoro Wijaya
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
20. Budi Santoso Tanuwibowo
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
21. Anwar Usman
Anwar Usman terakhir melaporkan harta kekayaan pada 4 Maret 2026 ketika menjabat hakim konstitusi Mahkamah Konstitusi.
Harta kekayaannya tercatat Rp37.950.787.735 atau sekitar Rp37,95 miliar.
22. Muhammad Hatta
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
23. Jusuf Hamka
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
24. Margarito Kamis
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
25. Jacky Manuputty
Belum terdapat data tanggal pelaporan dan nilai harta yang dicantumkan.
26. Ignasius Jonan
Ignasius Jonan terakhir melaporkan harta kekayaan pada 25 Maret 2019 ketika menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Total harta kekayaannya tercatat Rp85.311.195.966 atau sekitar Rp85,31 miliar.
Data LHKPN Memiliki Waktu Pelaporan Berbeda
Dari data tersebut terlihat bahwa waktu pelaporan LHKPN para anggota Wantimpres tidak seragam. Sebagian terakhir melaporkan harta kekayaan pada 2025–2026, sementara beberapa lainnya memiliki catatan pelaporan yang lebih lama.
Sementara itu, pada sejumlah nama belum terdapat data tanggal pelaporan maupun nilai harta yang tercantum dalam daftar yang menjadi rujukan.
Data LHKPN merupakan laporan resmi yang digunakan sebagai salah satu instrumen transparansi dan pencegahan korupsi bagi penyelenggara negara. Untuk melihat data secara langsung dan melakukan pengecekan lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses sistem e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi.
Sumber data: e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).











