Motif Penganiayaan Wartawan dan Staf KLH: Pelaku Tak Ingin Kehilangan Pekerjaan

- Kontributor

Jumat, 22 Agustus 2025 - 02:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang,22 Agustus 2025 | Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, mengungkapkan bahwa motif di balik penganiayaan terhadap wartawan dan staf Humas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berkaitan dengan kekhawatiran pelaku kehilangan mata pencaharian. Para pelaku diduga khawatir pabrik pengolahan timbal tempat mereka bekerja akan ditutup, sehingga mereka tidak lagi memiliki pekerjaan.

“Intinya, motif sementara dari para pelaku adalah karena mereka tidak ingin pabrik ditutup. Mereka bekerja dan mencari nafkah di sana,” ujar Condro kepada wartawan melalui pesan WhatsApp pada Kamis (21/8/2025).

Dua pelaku berinisial Karim dan Bangga, yang merupakan petugas keamanan perusahaan, telah berhasil diamankan. Sementara itu, tiga pelaku lainnya telah diketahui identitasnya dan saat ini masih dalam pengejaran oleh tim Reskrim Polres Serang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nama-nama pelaku sudah kami kantongi. Insya Allah hari ini kami tangkap,” tambah Condro.

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa tidak hanya petugas keamanan yang terlibat, tetapi juga sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) dan beberapa karyawan perusahaan. Condro juga menyebut adanya dugaan keterlibatan anggota Brimob, yang saat ini masih didalami bersama Propam Polda Banten.

Peristiwa ini terjadi saat delapan orang wartawan dan staf Humas KLH tengah menjalankan tugas peliputan di area pabrik PT Genesis Regeneration Smelting, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten. Dalam insiden tersebut, dua orang menjadi korban kekerasan, yakni Muhamad Rifky, jurnalis Tribun Banten, dan Anton dari Humas KLH. Keduanya mengalami luka-luka akibat penganiayaan.

Aksi kekerasan ini menuai kecaman keras dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Ia meminta Kapolda Banten, Brigjen Pol Hengki, untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk keterlibatan aparat yang diduga terlibat.

Baca Juga  Gubernur Banten nyatakan siap jadi tuan rumah HPN 2026

Dua pelaku berinisial Karim dan Bangga, yang merupakan petugas keamanan perusahaan, telah berhasil diamankan. Sementara itu, tiga pelaku lainnya telah diketahui identitasnya dan saat ini masih dalam pengejaran oleh tim Reskrim Polres Serang.

“Nama-nama pelaku sudah kami kantongi. Insya Allah hari ini kami tangkap,” tambah Condro.

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa tidak hanya petugas keamanan yang terlibat, tetapi juga sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) dan beberapa karyawan perusahaan. Condro juga menyebut adanya dugaan keterlibatan anggota Brimob, yang saat ini masih didalami bersama Propam Polda Banten.

Peristiwa ini terjadi saat delapan orang wartawan dan staf Humas KLH tengah menjalankan tugas peliputan di area pabrik PT Genesis Regeneration Smelting, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten. Dalam insiden tersebut, dua orang menjadi korban kekerasan, yakni Muhamad Rifky, jurnalis Tribun Banten, dan Anton dari Humas KLH. Keduanya mengalami luka-luka akibat penganiayaan.

Aksi kekerasan ini menuai kecaman keras dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Ia meminta Kapolda Banten, Brigjen Pol Hengki, untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk keterlibatan aparat yang diduga terlibat.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru