Anggota KPPS di Kendal Jawa Tengah Meninggal Dunia Diduga Kelelahan

- Kontributor

Jumat, 16 Februari 2024 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendal,Journalmedianews.com-Muhamad Ali Syahid (73) yang merupakan kakek dari Teguh Joko Pratikno (45), anggota KPPS di TPS 11 desa Curugsewu kecamatan Patean Kabupaten Kendal Jawa Tengah, yang meninggal dunia saat bertugas, berharap pemerintah membantu pendidikan 4 anak korban. Sebab menurut Ali, cucunya meninggal dunia saat menjalankan tugas negara.

“Teguh, bekerja di taman buah milik swasta. Anak -anaknya masih sekolah. Mereka butuh biaya,” kata Ali, Kamis (15/02/2024).

Ali menegaskan, Teguh, selama hidup tidak mempunyai riwayat sakit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua karena takdir. Jadi kami menerima kematian Teguh,” tambah Ali. Sementara itu, sekda pemerintah Kabupaten Kendal, Sugiono mengatakan, semua petugas KPPS sudah terdaftar oleh BPJS tenaga kerja dan BPJS Kesehatan.

Terkait dengan keinginan keluarga supaya pendidikan 4 anak korban ditanggung oleh pemerintah, Sugiono menegaskan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten Kendal. “Nanti secepatnya diurus akte kematiannya, biar secepatnya keluarga almarhum bisa menerima hak-haknya,” pungkas Sugiono.

Seperti yang telah diberitakan, Teguh Joko Pratikno (45), anggota KPPS di TPS 11 desa Curugsewu kecamatan Patean Kabupaten Kendal Jawa Tengah, meninggal dunia, Rabu (14/02/2024), sekitar pukul 23.30 wib. Penyebab kematiannya, diduga karena sakit jantung.

 

Baca Juga  Pasca Viral Video Pengeroyokan Ustadz Muhyi: Keluarga Batak Bersatu Sowan ke Ulama Kharismatik Abuya Muhtadi
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasad di Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai ABK Rombongan Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Gubernur Banten Turun Langsung Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau
PWI Pusat Tegaskan Wartawan Tak Boleh Rangkap Pengurus LSM atau Ormas
Prabowo Kritik Wartawan, Pengamat, dan LSM yang Disebutnya sebagai “Londo Ireng”
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Sudaryono Disebut Berpotensi Jadi Pengganti
Baru Sebulan Dilantik, Kepala BGN Nanik Deyang Pilih Mundur
Forum Pemred Nilai Respons Hotman Paris kepada Wartawan Tidak Profesional
PWI Pusat Ingatkan Pentingnya Etika Komunikasi Usai Pernyataan Hotman Paris kepada Wartawan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:29 WIB

Jasad di Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai ABK Rombongan Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 09:47 WIB

Gubernur Banten Turun Langsung Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:38 WIB

PWI Pusat Tegaskan Wartawan Tak Boleh Rangkap Pengurus LSM atau Ormas

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:28 WIB

Prabowo Kritik Wartawan, Pengamat, dan LSM yang Disebutnya sebagai “Londo Ireng”

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:21 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Sudaryono Disebut Berpotensi Jadi Pengganti

Berita Terbaru

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB