Tolak Sistem Paruh Waktu Ribuan Guru Honorer Demo Depan Gedung DPRD Sukabumi

- Kontributor

Jumat, 31 Januari 2025 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi,30 Januari 2025 | Ribuan guru honorer Kabupaten Sukabumi menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi pada Kamis (30/1/2025), menuntut penghapusan sistem tenaga honorer paruh waktu. Aksi damai ini dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Sukabumi, TNI dari Kodim 0622, dan Satpol PP setempat.

Para demonstran diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, didampingi jajaran Komisi IV yang dipimpin oleh Perry Supriyadi. Setelah menyampaikan tuntutan melalui orasi, para guru honorer menerima penjelasan dari Ketua DPRD mengenai kesiapan DPRD untuk mendorong aspirasi mereka melalui sidang bersama Pemerintah Daerah.

Para guru honorer, banyak di antaranya telah mengabdi bertahun-tahun, menyatakan sistem paruh waktu mengakibatkan gaji rendah dan ketidakpastian kerja. Mereka menganggap sistem ini diskriminatif dan tidak adil mengingat kontribusi mereka dalam pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang guru honorer yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Tuntutan utama kami adalah penghapusan sistem paruh waktu dan dimasukkannya kami ke dalam kuota pengangkatan PPPK, atau setidaknya peningkatan kesejahteraan yang signifikan. Kami sudah bertahun-tahun mengabdi, tapi penghasilan sangat minim. Sistem paruh waktu ini memberatkan kami.” Ia menambahkan kekecewaan atas janji Pemda yang belum sepenuhnya terlaksana terkait pengangkatan PPPK, terutama dengan adanya sistem paruh waktu yang tidak diterapkan di daerah lain.

Dari informasi yang di himpun, setelah melalui perundingan yang alot, Akhir nya pihak DPRD menerima perwakilan masa aksi sekitar 30 orang lebih untuk melakukan audensi, dengan pihak DPRD juga dengan perwakilan Pemerintah Daerah yang di wakili Dinas Pendidikan juga pihak BKPSDM Kabupaten Sukabumi , Sampai berita ini di tayangkan perundingan masih terus berlangsung.

Baca Juga  Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebanyak 91 Siswa SMPN 2 Cisarua Dievakuasi ke RSPG, Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan Medis
DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif
IPB University Luncurkan Beasiswa Wartawan untuk Perkuat Kapasitas Jurnalisme Nasional
Oknum Guru di MI Hidayatussibiyan II Bogor Diduga Lakukan Kekerasan terhadap Siswa
Kapolres Lebak Hadiri Pembukaan O2SN Jenjang SD dan SMP di Hall Universitas La Tansa Mashiro
Pihak SDN 3 Lebaksitu Jelaskan Kondisi Bangunan Sekolah dan Keterbatasan Dana Perbaikan
Kondisi SDN 3 Lebaksitu Memprihatinkan, Realisasi Dana BOS Pemeliharaan Jadi Sorotan
Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Sebanyak 91 Siswa SMPN 2 Cisarua Dievakuasi ke RSPG, Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan Medis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:19 WIB

DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:24 WIB

IPB University Luncurkan Beasiswa Wartawan untuk Perkuat Kapasitas Jurnalisme Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:28 WIB

Oknum Guru di MI Hidayatussibiyan II Bogor Diduga Lakukan Kekerasan terhadap Siswa

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Lebak Hadiri Pembukaan O2SN Jenjang SD dan SMP di Hall Universitas La Tansa Mashiro

Berita Terbaru

Ilustrasi pengungkapan laboratorium narkoba rahasia di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri memaparkan kronologi penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan narkotika lintas negara dengan barang bukti sekitar 1,2 ton bruto, berupa sabu cair dan sabu kristal.

⚖️ Hukum & Kriminal

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:41 WIB

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB