KOMPAK Desak Bupati Lebak Copot Plt Kepala Dinkes, Soroti Dugaan Pungli dan Buruknya Pelayanan Puskesmas

- Kontributor

Kamis, 6 November 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak — Kelompok Masyarakat Anti Korupsi (KOMPAK) mendesak Bupati Lebak untuk segera mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak. Desakan itu muncul karena dinilai kinerja Plt Kepala Dinkes tidak maksimal dan hanya fokus pada pencitraan, sementara pelayanan kesehatan di berbagai puskesmas masih dikeluhkan masyarakat.

“Kita bicara fakta. Pada 30 Oktober 2025 lalu terjadi peristiwa memilukan, seorang ibu rumah tangga bernama Riah, warga Kampung Cimaung, Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar, meninggal dunia usai mendapat perawatan di Puskesmas Leuwidamar. Hingga kini belum ada kejelasan terkait penanganan dan sanksi atas dugaan kelalaian medis tersebut,” ungkap Juhri, Penggerak KOMPAK, Kamis (6/11/2025).

Menurut Juhri, Plt Kepala Dinkes yang mendapat amanah dari Bupati Lebak seharusnya mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik, terutama dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh puskesmas di wilayah Lebak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pejabat publik itu harus memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal. Tapi faktanya, masih banyak keluhan dari masyarakat, dan ini menunjukkan lemahnya pengawasan di internal Dinas Kesehatan,” ujarnya.

KOMPAK juga menyoroti adanya pemberitaan terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen pegawai di Puskesmas Cikumpai. Dugaan praktik setoran uang itu dinilai mencoreng integritas dunia kesehatan di Kabupaten Lebak.

“Hingga sekarang belum jelas siapa pelaku dan penerimanya. Kami tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Jangan sampai karena ada kedekatan dengan kekuasaan, persoalan ini dibiarkan tanpa penegakan hukum,” tegas Juhri.

Ia menambahkan, pimpinan Dinas Kesehatan seharusnya tidak hanya sibuk melakukan pencitraan di media, melainkan fokus pada peningkatan pelayanan publik dan pembenahan internal.

“Pencitraan itu mudah, tapi menjaga amanah jabatan jauh lebih penting. Jika memang tidak mampu bekerja dengan baik, lebih baik mengundurkan diri. Kami mendesak Bupati Lebak segera mencopot Plt Kepala Dinkes dan melakukan pemeriksaan khusus terhadap dugaan pungli di Puskesmas Cikumpai,” pungkasnya.

Baca Juga  Bakal Calon Bupati Lebak, H. Akhmad Jajuli, Bersyukur Kegiatan Pengambilan Formulir Berjalan Lancar

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru