Program SPAM di Desa Lebak Parahiyang Diduga Tidak Maksimal, Warga Pertanyakan Manfaatnya

- Kontributor

Minggu, 21 September 2025 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, Minggu (21/9/2025) | Program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berlokasi di Kampung Portal, Desa Lebak Parahiyang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, menuai sorotan warga. Meski tampak kokoh, proyek yang dibiayai dari anggaran tahun 2024 itu dinilai terkesan dipaksakan dan kurang memberi manfaat bagi masyarakat.

Sejumlah warga mengeluhkan instalasi sambungan rumah (SR) yang dipasang di lahan kosong maupun kebun pisang, sehingga dianggap tidak sesuai kebutuhan. Selain itu, aliran air hanya bertahan normal sekitar satu bulan, setelah itu debitnya menurun drastis.

“Airnya paling hanya 30 persen yang keluar, sedangkan 70 persen warga tidak bisa menikmatinya. Kalau begini kan hanya buang-buang anggaran negara,” keluh seorang warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak pemborong berinisial H.O membantah tudingan tersebut. Ia menyebutkan bahwa SR di lahan kosong hanya tiga titik dan sudah dimanfaatkan.

“Yang di lahan kosong itu cuma ada tiga mesin SR, nantinya akan dibuat rumah di titik itu. Sekarang sudah dipakai beberapa kontrakan. Tidak ada yang di kebun. Nanti saya cek lagi ke lokasi,” ujarnya.

Namun, hasil pantauan media di lokasi menemukan sembilan unit SR yang berada di lahan kosong maupun kebun warga dan tidak berfungsi optimal.

Ketua RT Desa Lebak Parahiyang membenarkan bahwa distribusi air tidak berjalan normal.

“Awalnya memang lancar, tapi setelah sebulan debit air berkurang. Sekitar 30 persen KPM (Keluarga Penerima Manfaat) masih bisa menikmati, sisanya tidak. Mungkin sumber airnya kecil,” jelasnya.

Tak hanya di Desa Lebak Parahiyang, proyek SPAM yang dikerjakan kontraktor yang sama juga mendapat kritik di Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar. Warga menilai sumber air yang digunakan tidak layak karena berasal dari saluran kecil yang keruh dan kerap kering saat musim kemarau.

Baca Juga  Wali Kota Cilegon Kukuhkan 55 Anggota Paskibraka untuk HUT ke-79 RI

“Kalau musim hujan ada air, tapi keruh bercampur lumpur. Kalau kemarau, kering. Untuk minum jelas tidak berani, paling dipakai untuk mencuci saja karena khawatir banyak kuman,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Menanggapi kondisi tersebut, ada beberapa  pihak menyoroti progam tersebut dan menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa ke Dinas PUPR Kabupaten Lebak.

“Kami akan mendesak PUPR untuk mengecek ulang seluruh proyek SPAM di Kabupaten Lebak. Jangan sampai proyek ini hanya menghamburkan uang negara tanpa memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat dan dugaan penyimpangan dalam pembangunan SPAM tersebut.

 

Pewarta: Denis
Editor: Zein
Copyright © JMN 2025

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru