Warga Banjarwangi Keluhkan Proyek Pipanisasi PDAM yang Ganggu Arus Lalu Lintas

- Kontributor

Rabu, 16 Juli 2025 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pekerjaan galian pipa di Desa Banjarwangi terlihat tanpa rambu peringatan dan meninggalkan tanah berserakan di jalan, Rabu (16/07/2025).

Foto : Pekerjaan galian pipa di Desa Banjarwangi terlihat tanpa rambu peringatan dan meninggalkan tanah berserakan di jalan, Rabu (16/07/2025).

Bogor,16 Juli 2025 | Proyek pemasangan jaringan pipa milik PDAM Tirta Kahuripan yang tengah berlangsung di Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menuai keluhan dari warga setempat. Pasalnya, pekerjaan galian dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan diduga dilakukan tanpa sosialisasi sebelumnya.

Pantauan awak media pada Rabu (16/07/2025) di lokasi, tampak sejumlah titik galian terbuka tanpa pengamanan memadai. Selain tidak adanya rambu-rambu peringatan, tanah bekas galian yang berserakan juga memperparah kondisi jalan, terutama saat hujan turun.

Seorang warga Banjarwangi, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan keresahannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Enggak ada sosialisasi sama sekali, tahu-tahu sudah dikerjakan. Kalau hujan turun, tanah bekas galian bisa licin, sangat berbahaya bagi pengendara yang melintas. Gimana kalau ada warga yang jatuh bawa motor? Siapa yang tanggung jawab?” ujarnya.

Warga tersebut juga menuturkan bahwa pekerjaan sempat dihentikan sementara oleh warga karena tidak adanya pemberitahuan atau izin yang jelas dari pihak pelaksana proyek.

“Kemarin sempat dihentikan oleh warga karena soal perizinan. Tapi pekerjaan tetap berjalan sampai sekarang. Bahkan tanah yang berceceran di jalan juga masih dibiarkan,” tambahnya.

Ketika awak media menyambangi lokasi proyek pada Jumat (11/07/2025), proyek terlihat dikerjakan secara asal-asalan dan tidak memenuhi standar keselamatan kerja (K3). Tak tampak rambu-rambu proyek atau petunjuk lalu lintas darurat di sekitar area pekerjaan.

Beberapa pekerja yang berada di lokasi menyebutkan bahwa pelaksana proyek yang bernama Momon jarang hadir di lokasi.

> “Paling pagi datang hanya untuk mengantar uang makan, setelah itu langsung pergi,” kata salah seorang pekerja.
Saat diminta untuk menghubungi yang bersangkutan, para pekerja mengaku tidak memiliki kontak Momon.
“Saya kerja baru sehari di sini,” ucapnya.

Baca Juga  Tantangan Bea Cukai Bogor: Gudang Rokok Ilegal Tanpa Cukai Di Cilember Cisarua Bogor

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PDAM Tirta Kahuripan mengenai keluhan warga maupun dugaan pelanggaran prosedur dan keselamatan kerja dalam proyek pipanisasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

KY Umumkan 36 Nama Lolos Seleksi Kualitas Calon Hakim Agung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:11 WIB

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK panggil Direktur PNBP SDA dan KND Kemenkeu Sebagai Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 11:24 WIB