20 Orang Warga Tangerang di Berangkatkan Ke Jepang

- Kontributor

Senin, 8 Juli 2024 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang-Sebanyak 20 warga Kabupaten Pandeglang, dilepas sebagai tenaga kerja migran di Jepang. Pelepasan tersebut dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Moch Maesyal Rasyid di Ruang Rapat Wareng, Senin (8/7/2024).

Sekda mengatakan, penempatan 20 peserta magang kerja di Jepang, merupakan salah satu upaya Pemkab Tangerang yang bekerja sama dengan PT Dewa Aksara Nusantara atau dikenal ISO Jepang, dalam rangka menekan angka pengangguran pada usia produktif di Kabupaten Tangerang.

“Ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Tenaga Kerja bekerja sama dengan Iso Jepang, dalam hal menekan angka pengangguran pada usia produkti,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekda menegaskan, pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tangerang meningkat cepat dan tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.

Tingginya persaingan calon pekerja dalam negeri, khususnya di Kabupaten Tangerang dan besarnya peluang lapangan bekerja di luar negeri, merupakan salah satu latar belakang pengiriman peserta magang untuk bisa bekerja di luar negeri.

“Alhamdulillah, di tahun ini kita berangkatkan 20 peserta (Bacth I) ke perusahaan di Jepang secara bertahap, yang sudah lolos melakukan pelatihan bahasa dan budaya Jepang, serta sebanyak 16 peserta (Bacth II) yang lulus seleksi masuk ke asrama ISO Jepang yang ada di Depok untuk menjalani pelatihan,” katanya.

Direktur PT. Dewa Aksara Nusantara (ISO Jepang), Gegi Hartoyo menyampaikan, para peserta sudah dibekali selama tiga bulan di asrama. Pelatihan tersebut meliputi bahasa, budaya serta diselingi mental dan fisik. Karena untuk program penempatan kerja maupun magang di Jepang itu sangat selektif.

“Nantinya bagi calon pekerja migran di Jepang, ditempatkan di berbagai bidang seperti pengolahan makanan, pengelasan, manufaktur dan pertanian,” ujar dia.

Baca Juga  Bantuan Kebencanaan dari Perbaminda untuk Korban Bencana Alam di Sukabumi

Gegi menambahkan, perusahaannya memiliki enam kantor cabang di kota-kota besar di negeri sakura, yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pusat pengaduan bagi pekerja migran.

“Jadi untuk para pekerja migran yang ada di Jepang jangan khawatir, ketika ada permasalahan atau ada hal yang ingin disampaikan, kami sudah tersedia di sana,” kata Gegi.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru