Polemik Pengurugan Tanah Proyek Tol Japek 2: Tudingan Persekongkolan dan Kelalaian

- Kontributor

Sabtu, 8 Juni 2024 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi|Berita terkini mengungkapkan polemik yang mengemuka terkait pengiriman tanah untuk pengurugan dalam proyek pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II yang dikelola oleh PT Adhi Aoset. Proyek ini sebelumnya telah menarik perhatian aktivis dan pemerhati lingkungan.

Dugaan persekongkolan antara beberapa perusahaan subkontraktor pengurugan tanah dan petugas pengawasan atau Quality Control (QC) mencuat ke permukaan. Diduga, terdapat transaksi finansial dalam setiap pengiriman tanah yang bertujuan untuk memastikan tanah yang dikirim lolos dari penolakan.

Tanah merah, atau laterit, yang kaya akan alumunium dan zat besi, serta memiliki kemampuan menyerap air, pH netral hingga asam, dan tekstur yang padat, ideal untuk pengurugan. Namun, praktik di lapangan menunjukkan adanya penggunaan tanah dengan berbagai warna—tidak hanya merah—tanpa pemeriksaan QC yang memadai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdul Hamid, Ketua PPRI Bekasi Raya, berencana mengirimkan surat kepada manajemen PT Adhi Aoset untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian dan ‘deal-deal politik’ yang mencari keuntungan tambahan.

Ketika dikonfirmasi, Edi dan Robert, dua pegawai dengan peran penting di lapangan, tidak dapat memberikan penjelasan atau klarifikasi mengenai masalah ini, menimbulkan kesan adanya pengetahuan sebelumnya dan pembiaran atas situasi tersebut.

Baca Juga  Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IPB University Luncurkan Beasiswa Wartawan untuk Perkuat Kapasitas Jurnalisme Nasional
Oknum Guru di MI Hidayatussibiyan II Bogor Diduga Lakukan Kekerasan terhadap Siswa
Kapolres Lebak Hadiri Pembukaan O2SN Jenjang SD dan SMP di Hall Universitas La Tansa Mashiro
Pihak SDN 3 Lebaksitu Jelaskan Kondisi Bangunan Sekolah dan Keterbatasan Dana Perbaikan
Kondisi SDN 3 Lebaksitu Memprihatinkan, Realisasi Dana BOS Pemeliharaan Jadi Sorotan
Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
Kampung Literasi Pekijing Jadi Inspirasi Penguatan Budaya Baca di Banten
DPRD DKI Dukung 103 Sekolah Swasta Gratis untuk Perluas Akses Pendidikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:24 WIB

IPB University Luncurkan Beasiswa Wartawan untuk Perkuat Kapasitas Jurnalisme Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:28 WIB

Oknum Guru di MI Hidayatussibiyan II Bogor Diduga Lakukan Kekerasan terhadap Siswa

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Lebak Hadiri Pembukaan O2SN Jenjang SD dan SMP di Hall Universitas La Tansa Mashiro

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:57 WIB

Pihak SDN 3 Lebaksitu Jelaskan Kondisi Bangunan Sekolah dan Keterbatasan Dana Perbaikan

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:15 WIB

Kondisi SDN 3 Lebaksitu Memprihatinkan, Realisasi Dana BOS Pemeliharaan Jadi Sorotan

Berita Terbaru