Pejabat Birokrasi Banten Dituntut Mampu Jadi Penggerak Perubahan

- Kontributor

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong pejabat administrator dan pejabat pengawas tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan untuk mendorong perubahan birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan, jabatan struktural harus diimbangi dengan kemampuan kepemimpinan. Menurutnya, kewenangan semata tidak cukup untuk menggerakkan organisasi di tengah tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

Pesan tersebut disampaikan Deden dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten Rina Dewiyanti saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan XII, XIII, dan XIV serta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XXII Tahun 2026 di BPSDM Provinsi Banten, Pandeglang, Selasa (21/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelatihan kepemimpinan tidak boleh hanya dipandang sebagai persyaratan administratif atau pengembangan karier. Pelatihan ini harus menjadi proses pembentukan pemimpin perubahan,” ujar Rina saat membacakan sambutan Deden.

Deden menyebut pejabat administrator dan pejabat pengawas memiliki posisi strategis dalam struktur birokrasi. Mereka berperan sebagai penghubung antara kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan program serta pelayanan yang secara langsung dirasakan masyarakat.

Karena itu, pejabat dituntut mampu memahami arah kebijakan organisasi sekaligus menyerap aspirasi pegawai dan kebutuhan masyarakat.

“Harus mampu menjaga target organisasi sekaligus memastikan proses kerja berjalan secara manusiawi, profesional, dan bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Deden, ekspektasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah juga terus mengalami perubahan. Masyarakat kini menuntut pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, adil, transparan, dan akuntabel.

Penilaian terhadap pemerintah, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan, kecepatan penyelesaian persoalan, serta manfaat yang benar-benar dirasakan.

Dalam konteks tersebut, digitalisasi birokrasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, transformasi digital harus mampu menyederhanakan proses kerja, bukan justru menambah beban birokrasi.

Baca Juga  Dugaan Manipulasi Pengadaan Traktor di Desa Karangnunggal, Data Tak Sinkron Antara Desa dan Kecamatan

“Digitalisasi harus mengubah proses kerja menjadi lebih sederhana, cepat, terintegrasi, dan mudah diakses. Jangan sampai justru menambah tahapan, menambah beban pegawai, atau menyulitkan masyarakat,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beredar Informasi Dugaan Penganiayaan terhadap Aktivis di Lebak, Publik Menanti Klarifikasi Resmi Aparat
Kementerian ESDM Tetapkan WPR Seluas 528,69 Hektare di Lebak, Berikut Sebaran Lokasinya
Pemprov Banten Optimalkan SAKIP untuk Dongkrak Kinerja ASN dan Pelayanan Publik
Akhiri Krisis Air Petani, Pemerintah Kucurkan Rp985 Miliar Bangun Irigasi di Banten
LMP MACAB Bogor Raya Perkuat Konsolidasi Organisasi, Siap Bersinergi Dukung Pembangunan Daerah
Pemkot Bogor Bangun Off-Ramp Ciawi Selatan, Solusi Atasi Kemacetan Simpang Ciawi
Ringankan Beban Petani, Pemkab Lebak Gratiskan PBB Lahan Sawah hingga 5.000 Meter Perseg
Kemenkum Banten Perkuat Daya Saing UMKM Melalui Sosialisasi Merek, Indikasi Geografis, dan Perseroan Perorangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:02 WIB

Pejabat Birokrasi Banten Dituntut Mampu Jadi Penggerak Perubahan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:10 WIB

Kementerian ESDM Tetapkan WPR Seluas 528,69 Hektare di Lebak, Berikut Sebaran Lokasinya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 04:25 WIB

Pemprov Banten Optimalkan SAKIP untuk Dongkrak Kinerja ASN dan Pelayanan Publik

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:26 WIB

Akhiri Krisis Air Petani, Pemerintah Kucurkan Rp985 Miliar Bangun Irigasi di Banten

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:24 WIB

LMP MACAB Bogor Raya Perkuat Konsolidasi Organisasi, Siap Bersinergi Dukung Pembangunan Daerah

Berita Terbaru