BOGOR, 14 Maret 2026 — Suasana khidmat menyelimuti Kampung Cijahe, Kelurahan Curug Mekar, Kota Bogor, saat Padepokan Wayang Bambu Bogor menggelar kegiatan sosial berupa santunan bagi anak yatim, kaum dhuafa, serta warga kurang mampu di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian komunitas seni terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitarnya. Acara dipimpin langsung oleh Ketua Padepokan Wayang Bambu Bogor, Edi Suardi, dan didampingi oleh Pupuhu Ki Drajat Iskandar, bersama jajaran pengurus padepokan yang hadir membawa semangat berbagi di tengah upaya melestarikan seni budaya.
Sinergi Budaya dan Kemanusiaan
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan setempat, termasuk Ketua RW serta para Ketua RT di wilayah Kampung Cijahe.
Ketua panitia, Edi Suardi, menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara komunitas seni dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan Padepokan Wayang Bambu tidak hanya dikenal melalui karya seni, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim, para janda, dan kaum dhuafa,” ujarnya.
Prosesi penyerahan santunan berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan. Raut kebahagiaan tampak dari para penerima manfaat saat bantuan diserahkan secara langsung oleh tim padepokan.
Dukungan dari warga setempat turut menciptakan suasana kebersamaan yang kental dalam kegiatan yang digelar di jantung Kampung Cijahe tersebut.
Sementara itu, Pupuhu Padepokan Wayang Bambu Bogor, Ki Drajat Iskandar, menambahkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari filosofi kesenian wayang bambu.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi pemicu tumbuhnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. Kehadiran Padepokan Wayang Bambu di tengah masyarakat Cijahe kali ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan aksi kemanusiaan.
Sumber: Edi Junaedi














