Koalisi Aktivis Lebak Siap Gelar Aksi Terkait Dugaan Buruknya Pelayanan Kesehatan

- Kontributor

Kamis, 13 November 2025 - 01:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, Banten — Sejumlah organisasi masyarakat dan aktivis di Kabupaten Lebak berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak. Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas dugaan buruknya pelayanan kesehatan di daerah tersebut, yang salah satunya dikaitkan dengan meninggalnya seorang warga bernama Riyah, asal Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar.

Koalisi Aktivis Lebak yang terdiri dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), relawan, serta mahasiswa menyatakan bahwa kejadian tersebut menjadi cerminan lemahnya sistem pelayanan kesehatan di tingkat daerah. Mereka menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Lebak.

Kronologi Kejadian

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Riyah sempat dibawa ke Puskesmas Leuwidamar untuk mendapatkan perawatan. Putra almarhumah, Dede, menuturkan bahwa kondisi sang ibu memburuk setelah mendapat penanganan awal. Keluarga kemudian meminta surat rujukan agar pasien dapat dibawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

Namun, menurut Dede, permintaan rujukan tersebut tidak segera diproses. Hingga siang hari, keluarga memutuskan untuk membawa almarhumah ke rumah sakit secara mandiri menggunakan kendaraan umum. Setelah sempat menuju RS Misi yang sedang penuh, mereka akhirnya membawa Riyah ke RSUD Adjidarmo. Sayangnya, ketika baru akan mendapat penanganan, Riyah dinyatakan meninggal dunia.

“Kami sudah berusaha semampu kami, tapi proses rujukan lama sekali. Kami hanya ingin mendapatkan keadilan atas kejadian ini,” ujar Dede, Rabu (12/11/2025).

Seruan dari Koalisi Aktivis

Perwakilan Koalisi Aktivis Lebak Bersatu, Heru Rosyadi, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Ia menilai perlunya tindakan cepat dari pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan menjadi lebih responsif dan manusiawi.

“Kami akan membantu keluarga korban untuk mencari keadilan. Pemerintah harus meninjau kembali kinerja tenaga kesehatan yang dinilai lamban dalam memberikan pelayanan,” ujar Heru.

Baca Juga  Peringati Hari Bakti Dokter Indonesia, Sunatan Massal Digelar di Citorek Girang Lebak

Heru juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan konsolidasi dan siap turun ke jalan untuk menyuarakan perbaikan sistem kesehatan di Lebak. Menurutnya, pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, merupakan hal yang menyangkut nyawa manusia sehingga perlu mendapat prioritas utama.

“Kami meminta Bupati Lebak untuk mengevaluasi pejabat terkait, termasuk Plt Kepala Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas Leuwidamar, agar pelayanan menjadi lebih cepat, tanggap, dan berempati,” tegasnya.

Kasus Serupa di Daerah Lain

Heru juga menyebut bahwa peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Beberapa waktu sebelumnya, masyarakat Lebak dikabarkan melakukan protes atas dugaan lambannya pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas, termasuk Puskesmas Mekarsari. Bahkan, kasus tersebut sempat menjadi perbincangan di media sosial.

“Pelayanan kesehatan harus dijalankan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menegaskan hak masyarakat untuk mendapatkan layanan yang cepat, adil, dan berkualitas,” tutur Heru.

Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kuasa hukum serta mengumpulkan bukti dan keterangan keluarga korban untuk disampaikan kepada pemerintah daerah maupun lembaga penegak hukum jika diperlukan.

Tuntutan Koalisi

Koalisi Aktivis Lebak menyatakan akan menempuh langkah hukum serta aksi damai apabila tuntutan mereka tidak direspons. Mereka mendesak pemerintah daerah:

1. Mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

2. Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pelayanan yang dianggap lamban.

3. Memastikan setiap tenaga kesehatan menjalankan tugas sesuai etika dan standar pelayanan medis.

“Harapan kami sederhana, agar masyarakat Lebak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan tidak ada lagi korban akibat kelalaian atau keterlambatan penanganan,” pungkas Heru Rosyadi.

—

Pewarta: Denis
Editor: Zaenal
Copyright © JMN 2025

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda Pancasila Kecamatan Muncang Serahkan 40 Al-Qur’an untuk Masjid Jami’ Al-Maghfiroh
Sebanyak 91 Siswa SMPN 2 Cisarua Dievakuasi ke RSPG, Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan Medis
Lima Berita Politik Pilihan Sepekan yang Menarik Dibaca
Daftar Harta Kekayaan 26 Anggota Wantimpres Berdasarkan LHKPN KPK
PWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah, Diluncurkan Serentak 1 Oktober
Gubernur Banten Turun Langsung Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau
Prabowo Instruksikan Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Pangdam III/Siliwangi Tutup Pendidikan dan Lantik 1.452 Prajurit Dikmata Infanteri Gelombang II TA 202

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Pemuda Pancasila Kecamatan Muncang Serahkan 40 Al-Qur’an untuk Masjid Jami’ Al-Maghfiroh

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Sebanyak 91 Siswa SMPN 2 Cisarua Dievakuasi ke RSPG, Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan Medis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Lima Berita Politik Pilihan Sepekan yang Menarik Dibaca

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:04 WIB

Daftar Harta Kekayaan 26 Anggota Wantimpres Berdasarkan LHKPN KPK

Rabu, 23 September 2026 - 12:36 WIB

PWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah, Diluncurkan Serentak 1 Oktober

Berita Terbaru

Ilustrasi pengungkapan laboratorium narkoba rahasia di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri memaparkan kronologi penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan narkotika lintas negara dengan barang bukti sekitar 1,2 ton bruto, berupa sabu cair dan sabu kristal.

⚖️ Hukum & Kriminal

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:41 WIB