Proyek Dana Desa Rp196 Juta di Parakanlima Disorot, TPK Diduga Tak Awasi Pekerjaan

- Kontributor

Sabtu, 14 Juni 2025 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak – Selasa, 10 Juni 2025 |
Proyek pembangunan infrastruktur jalan berupa pemasangan paving blok di Kampung Cigalimbang, Desa Parakanlima, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi sorotan publik. Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 sebesar Rp196.916.000 dengan volume 250 meter x 2,2 meter itu, diduga dikerjakan tanpa pengawasan yang memadai dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Pantauan awak media di lapangan mendapati bahwa banyak paving blok yang digunakan dalam kondisi rusak atau patah. Selain itu, pemasangan terlihat asal jadi, tanpa mengikuti prosedur teknis yang semestinya. Seharusnya, permukaan tanah digali terlebih dahulu untuk peletakan kasting, namun ditemukan bahwa beberapa bagian kasting justru dipasang di atas batu, yang dikhawatirkan akan mempengaruhi kekuatan dan daya tahan jalan tersebut.

Meski papan informasi proyek mencantumkan keterlibatan TPK dan warga dalam pelaksanaan kegiatan, kondisi di lapangan menunjukkan kurangnya pengawasan dan tanggung jawab dari pihak Pemerintah Desa Parakanlima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Parakanlima, Nopal, mengakui bahwa terdapat kekurangan dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Maksudnya gini, ketika ada yang ancur jangan dipasang ke masyarakat, geh. Kalau sekali jadi mah nggak bakal ancur itu paving. TPK-nya kebetulan sedang sakit, jadi pengawasan dibantu oleh Pak RT, dia juga tahu terkait RAB. Untuk yang rusak akan saya ganti. Saya juga tidak mau ada komplain,” ujar Nopal.

Ia juga menyebut bahwa sebagian material merupakan milik orang tuanya, dan jika ada paving yang rusak, dirinya siap bertanggung jawab dengan menggantinya.

Beberapa warga yang melintas di lokasi proyek turut mengungkapkan keprihatinan mereka. Menurut warga, tidak terlihat adanya pengarahan dari TPK selama proses pengerjaan berlangsung.

Baca Juga  Pemkab Lebak Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Lokal

“Kami berharap pengerjaan jalan desa ini dipantau langsung oleh pihak terkait agar hasilnya maksimal dan bermanfaat. Jalan ini sangat penting bagi kami, terutama untuk anak-anak sekolah dan kegiatan pertanian,” ujar seorang warga.

Dengan adanya dugaan pengerjaan yang asal jadi dan kualitas paving blok yang tidak memadai, masyarakat meminta dinas terkait untuk segera turun ke lokasi guna melakukan pemeriksaan dan menindaklanjuti temuan tersebut. Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur desa dapat berjalan dengan baik, transparan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Lebak Kucurkan Rp7,81 Miliar untuk Guru Keagamaan dan Pesantren
Anak Daerah Berkarya, Tapos Caang Akan Hadirkan Film “Sang Saka Merah Putih” Sambut HUT RI
Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Bupati Lebak Kucurkan Rp7,81 Miliar untuk Guru Keagamaan dan Pesantren

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Anak Daerah Berkarya, Tapos Caang Akan Hadirkan Film “Sang Saka Merah Putih” Sambut HUT RI

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Berita Terbaru

Ilustrasi pengungkapan laboratorium narkoba rahasia di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri memaparkan kronologi penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan narkotika lintas negara dengan barang bukti sekitar 1,2 ton bruto, berupa sabu cair dan sabu kristal.

⚖️ Hukum & Kriminal

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:41 WIB