DPC Peradi Kabupaten Bogor Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Kemerdekaan ke-79 RI

- Kontributor

Senin, 19 Agustus 2024 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cibinong, 17 Agustus 2024 – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, DPC Peradi Kabupaten Bogor menggelar upacara bendera di halaman Laga Satria, Komplek Stadion Pakansari, Cibinong. Sebanyak 90 advokat hadir mengenakan toga, menciptakan pemandangan yang unik dan penuh makna pada Sabtu pagi.

Ketua DPC Peradi Kabupaten Bogor, Rif’at Bazri Hambakung, menjelaskan alasan di balik penggunaan toga oleh para advokat. “Setiap lembaga dan organisasi memiliki identitas masing-masing. Kami ingin menunjukkan identitas Peradi sebagai penegak hukum yang berbeda. Toga adalah simbol profesi kami, dan secara hukum tidak ada larangan untuk mengenakannya,” ujar Hambakung kepada wartawan.

Hambakung juga menyoroti tantangan yang dihadapi advokat saat ini. “Advokat harus selalu memperjuangkan nilai-nilai keadilan. Tanpa itu, profesi advokat kehilangan makna dan kehormatan. Itulah mengapa profesi ini disebut sebagai profesi yang terhormat,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Dewan Penasihat DPC Peradi Kabupaten Bogor, Tutie H. Hastika, menekankan pentingnya menegakkan keadilan dalam profesi advokat. “Pesan dari para pendiri bangsa adalah keadilan sosial. Sebagai advokat, kita harus adil dalam menjalankan tugas kita. Profesi ini adalah officium nobile, sehingga kita harus menjaga kehormatan dan integritas,” jelas Tutie.

Saat ditanya tentang makna kemerdekaan bagi advokat, Tutie menegaskan bahwa kemerdekaan tidak berarti kebebasan tanpa batas. “Kita harus tetap terukur dalam bertindak dan tidak melanggar aturan. Merdeka bukan berarti bebas berbuat semaunya,” tandasnya.

Setelah upacara bendera, DPC Peradi Kabupaten Bogor juga menggelar berbagai perlombaan untuk memeriahkan HUT ke-79 RI, seperti lomba makan kerupuk dan balap bakiak.

 

Baca Juga  Polda Metro Jaya Dalami Kasus Dugaan Pembunuhan di Serpong Utara
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti
KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat
Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan
Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita
Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis
KPK Sebut Empat Tersangka Kasus Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Menteri Nusron
Polda Banten Tangkap Kades di Serang dalam Pengembangan Kasus Narkotika
Bawas MA Perbarui Aturan Gratifikasi, Batas Pemberian Sesama Rekan Kerja Jadi Rp500 Ribu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita

Kamis, 17 September 2026 - 05:07 WIB

Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis

Berita Terbaru

Ilustrasi pengungkapan laboratorium narkoba rahasia di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri memaparkan kronologi penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan narkotika lintas negara dengan barang bukti sekitar 1,2 ton bruto, berupa sabu cair dan sabu kristal.

⚖️ Hukum & Kriminal

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:41 WIB

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB