Mengenal Geger Cilegon:Perlawanan Rakyat Banten Terhadap Kolonialisme

- Penulis

Rabu, 10 Juli 2024 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang-Geger Cilegon 1888, sebuah peristiwa penting dalam sejarah Banten, bukan hanya sekadar pemberontakan petani. Secara praktis sejarah sekaligus peneliti sejarah peristiwa Geger Cilegon 1888, Bambang Irawan menjelaskan, peristiwa ini merupakan manifestasi dari kerinduan rakyat Banten terhadap para pemimpin mereka sendiri. Pada tanggal 9 Juli 1888 peristiwa ini merupakan gerakan perlawanan rakyat Banten terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Bambang menjelaskan, latar belakang perlawanan ini berakar dari runtuhnya Kesultanan Banten oleh pemerintah Hindia Belanda yang secara fisik dirobohkan dan keberadaannya dihapus. Geger Cilegon dipicu oleh kebijakan kebijakan kolonial yang merugikan dan merugikan rakyat Banten.

Pada masa itu, rakyat Banten menghadapi berbagai tekanan dari pemerintah Hindia Belanda, termasuk pajak yang tinggi dan pemberlakuan pajak penghasilan. Kondisi ini mendorong para ulama, petani, pedagang, dan bahkan birokrat lokal untuk bersatu melawan penjajah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perlawanan ini bukan hanya pemberontakan semata, melainkan sebuah gerakan revolusi di Indonesia, pada pertemuan-pertemuan yang diadakan secara rahasia, para tokoh seperti Haji Abdul Karim dan Haji Tubagus Ismail merencanakan strategi untuk menggulingkan pemerintahan kolonial. Para tokoh ini menghubungi para ulama dan pemimpin lokal lainnya untuk menyatukan kekuatan,” ujar Bambang saat mengisi Dialog Pagi bersama RRI Banten pada Rabu (10/7/2024).

Ia menyebutkan, puncak perlawanan ini terjadi pada tanggal 9 Juli 1888, ketika pasukan rakyat Banten berhasil menguasai Cilegon. Namun, rencana merebut Karesidenan Banten di Serang mengalami kendala yang tidak sesuai prediksi.

Keterlambatan dalam merebut Serang disebabkan oleh tidak adanya komunikasi yang efektif dan perubahan jadwal yang tidak terduga. Meskipun demikian, peristiwa ini tetap dianggap sebagai simbol perlawanan rakyat Banten terhadap penjajah.

Baca Juga  Satpol PP Kota Bogor Siapkan Program Sekuter untuk Atasi Pengamen dan Anak Punk

“Geger Cilegon mengajarkan kita betapa pentingnya mengenal sejarah bangsa sendiri. Sejarah bukan hanya sebagai pelajaran di sekolah, tetapi juga sebagai landasan untuk membangun karakter dan jati diri bangsa. Sayangnya, sejarah perlawanan seperti Geger Cilegon saat ini kurang diketahui oleh generasi muda saat ini,” kata Bambang.

Oleh karena itu, menurut Bambang penting bagi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk mengenalkan sejarah ini kepada generasi muda agar mereka dapat memahami perjalanan panjang bangsa Indonesia dan belajar dari perjuangan para pendahulu.

“Geger Cilegon merupakan bukti nyata betapa kuatnya semangat perlawanan rakyat Banten terhadap Banten. Kisah ini menjadi pengingat bahwa sejarah adalah tempat kita belajar dan mengambil pelajaran, serta membangun karakter bangsa yang kuat dan berintegritas,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Viral Dijual Rp65 Miliar, Pulau Umang Disegel KKP karena Tak Berizin
Ratusan Domba Garut Dibagikan, Lebak Kejar Swasembada Daging
Peredaran Miras Oplosan di Bogor Dikeluhkan Warga, Masyarakat Harap Ada Penertiban
Panitia Matangkan Persiapan Halal Bihalal dan Ziarah di Kebun Raya Bogor
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Minggu, 26 April 2026 - 12:05 WIB

Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026

Minggu, 26 April 2026 - 11:59 WIB

Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan

Kamis, 23 April 2026 - 04:49 WIB

Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler

Sabtu, 18 April 2026 - 03:06 WIB

Viral Dijual Rp65 Miliar, Pulau Umang Disegel KKP karena Tak Berizin

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

Polisi Gerebek Warung Sembako di Kalideres, Dua Pengedar Obat Keras Ilegal Dibekuk

Senin, 4 Mei 2026 - 11:49 WIB

Ekonomi & Bisnis

Indonesia Segera Impor Minyak Mentah Rusia, Fokus Jaga Ketahanan Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:53 WIB