Karyawan Kosipa Diduga Pengeroyok Ustaz: Ulama Kharismatik Abuya Muhtadi Minta Warga Pandeglang Tidak Ikut-Ikutan Sweeping

- Kontributor

Rabu, 3 April 2024 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang,|Journalmedianews.com– 3 April 2024 – Sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) di Pandeglang melakukan aksi sweeping ke kantor-kantor bank keliling dan koperasi simpan pinjam (Kosipa) setelah diduga anggota Kosipa melakukan pengeroyokan terhadap seorang ustaz. Ulama kharismatik asal Pandeglang, Abuya Muhtadi, mengimbau masyarakat agar tidak bertindak anarki.

“Udah jangan ada apa-apa, malu, karena Pandeglang khusus daerah Islami,” tegas Abuya Muhtadi di Mapolres Pandeglang.

Abuya Muhtadi juga mengajak masyarakat untuk tidak merusak suasana bulan suci Ramadan dengan tindakan melawan hukum. Menurutnya, kasus pengeroyokan yang dialami oleh seorang ustaz bernama Muhyi dan santrinya harus dipercayakan kepada pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tentang keamanan di daerah kita, khususnya Banten, tetap kita serahkan kepada pak polisi. Saya mohon jangan ikut-ikutan melakukan sweeping,” ujar Abuya Muhtadi.

Kapolres Pandeglang, AKBP Oki Bagus Setiaji, menyatakan bahwa aksi sweeping yang dilakukan oleh ormas terhadap kantor Kosipa tidak menimbulkan korban jiwa. Ia mengklaim bahwa kondisi di lapangan saat ini sudah kondusif.

“Alhamdulillah kondusif,” ungkap Kapolres Oki Bagus Setiaji.

Kapolres Oki Bagus Setiaji juga meminta para ormas agar mengikuti imbauan yang disampaikan oleh Abuya Muhtadi. Ia berjanji akan mengikuti imbauan yang juga disampaikan oleh pimpinan pondok pesantren Roudlotul Ulum.

“Beliau menyampaikan kepada masyarakat, khususnya warga Pandeglang, untuk menjaga keamanan, tertib, dan tidak mudah terprovokasi terkait permasalahan yang ada,” kata Kapolres Oki Bagus Setiaji.

Sebelumnya, sejumlah ormas di Pandeglang, Banten, melakukan sweeping ke kantor-kantor bank keliling dan koperasi simpan pinjam (Kosipa). Aksi ini dipicu oleh dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh karyawan Kosipa terhadap seorang ustaz bernama Muhyi di Kecamatan Saketi, Pandeglang.

Baca Juga  Ngariung Iman Ngariung Aman: Program Unggulan Kapolres Serang untuk Aspirasi Warga

“Jadi terkait kejadian hari ini merupakan imbas spontan dari rekan-rekan yang peduli terhadap korban masyarakat Pandeglang, mungkin rekan-rekan media mendapatkan informasi bahwa sebelumnya ada kejadian terkait pemukulan, yang korbannya salah satunya warga, tokoh dari warga Pandeglang,” kata AKBP Oki Bagus.

Oki mengatakan peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu (31/3) di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Menurutnya, kejadian itu meluas ke Pandeglang sehingga ormas melakukan sweeping ke kantor Kosipa.

“Kebetulan TKP-nya bukan di wilayah hukum Pandeglang, berada di (Kecamatan) Baros, wilayah hukum Polres Serang Kota. Mungkin hari ini anak muda spontanitas mereka melakukan tindakan-tindakan sweeping. Sebetulnya, niat mereka baik untuk mencari oknum pelaku yang melakukan pemukulan terhadap salah satu tokoh, yang merupakan warga masyarakat Pandeglang,” tambahnya.

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat
Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan
Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita
Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis
KPK Sebut Empat Tersangka Kasus Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Menteri Nusron
Polda Banten Tangkap Kades di Serang dalam Pengembangan Kasus Narkotika
Bawas MA Perbarui Aturan Gratifikasi, Batas Pemberian Sesama Rekan Kerja Jadi Rp500 Ribu
PERS PROFESIONAL DAN PEMIMPIN BERINTEGRITAS: JANGAN UBAH KLARIFIKASI MENJADI KONFLIK
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita

Kamis, 17 September 2026 - 05:07 WIB

Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis

Kamis, 17 September 2026 - 04:59 WIB

KPK Sebut Empat Tersangka Kasus Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Menteri Nusron

Berita Terbaru

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB