JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, mengajak insan pers, penulis muda, dan pecinta dunia jurnalistik untuk terus mengasah kemampuan menulis serta menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari komitmen profesional dalam menjalankan fungsi pers.
Menurut M. Nurullah RS, organisasi yang dipimpinnya membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki semangat tinggi dalam dunia kepenulisan untuk bergabung sebagai kader PWDPI. Ia menilai, kecintaan terhadap menulis merupakan salah satu karakter penting yang harus dimiliki seorang jurnalis.
“Bagi kami, seorang jurnalis sejati tidak hanya memiliki identitas sebagai wartawan, tetapi juga memiliki dorongan kuat untuk terus menulis. Bahkan, sehari tanpa menghasilkan tulisan terasa ada yang kurang karena menulis telah menjadi bagian dari tanggung jawab profesinya,” ujar M. Nurullah RS di Jakarta, Selasa (8/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa menulis bukan sekadar tugas yang dilakukan ketika ada penugasan atau imbalan, melainkan menjadi napas kehidupan seorang jurnalis. Menurutnya, proses berpikir, mengolah informasi, memverifikasi fakta, hingga menyusun tulisan merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada publik.
“Rasa terus memikirkan sebuah tulisan bukanlah beban, melainkan cerminan bahwa seorang jurnalis sedang berupaya menjaga amanah profesinya. Setiap informasi harus ditimbang, setiap fakta harus diperiksa, sehingga karya yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, M. Nurullah RS menyampaikan bahwa PWDPI mengharapkan kader yang memiliki integritas, keberanian, konsistensi, serta semangat untuk terus berkarya di tengah berbagai keterbatasan. Menurutnya, seorang jurnalis harus tetap berkomitmen menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian dalam mengungkap fakta dan menyuarakan kebenaran, meskipun tidak selalu mendapat respons positif dari pihak-pihak tertentu. Selain itu, peningkatan kualitas tulisan harus menjadi proses yang dilakukan secara berkelanjutan agar karya jurnalistik semakin tajam, jelas, dan berbobot.
“Jika sehari berlalu tanpa keinginan untuk menulis dan tidak ada dorongan untuk terus menghasilkan karya, maka semangat jurnalistik itu perlu terus diasah. Mari membangun generasi wartawan yang dikenal karena kualitas karya, integritas, dan dedikasinya, bukan karena jabatan ataupun kepentingan pribadi,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PWDPI juga mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk bersatu memperkuat profesionalisme, meningkatkan kompetensi, serta menjaga semangat menulis sebagai bagian dari upaya menghadirkan informasi yang akurat, mencerdaskan, dan berkontribusi bagi tegaknya kebenaran serta keadilan di tengah masyarakat.
Penulis : Udin
Editor : Redaksi
Sumber Berita: (Humas DPP PWDPI)











