BOGOR – Memasuki bulan Syawal 1447 Hijriah, suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal dan ziarah yang digelar keluarga besar dan komunitas di kawasan Kebun Raya Bogor, Rabu (15/4).
Kegiatan yang mengusung tema “Halal Bihalal & Ziarah Syawal 1447 H” ini diikuti ratusan peserta. Acara memadukan unsur wisata religi dan silaturahmi dalam nuansa alam yang asri.
Sejak pagi, peserta memulai rangkaian kegiatan dengan ziarah ke kompleks pemakaman bersejarah yang berada di dalam area Kebun Raya. Dengan khidmat, mereka memanjatkan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus refleksi nilai-nilai spiritual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Silaturahmi dalam Nuansa Alam
Usai ziarah, peserta melanjutkan kegiatan ke area hamparan rumput terbuka (green lawn) untuk mengikuti inti acara Halal Bihalal. Di bawah rindangnya pepohonan khas Kebun Raya, acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta sambutan dari panitia.
Perwakilan panitia menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di Kebun Raya Bogor didasarkan pada suasana yang tenang dan mendukung kekhusyukan ibadah sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan.
“Kami memilih tempat ini karena menghadirkan ketenangan. Selain mendukung kegiatan ziarah, udara segar di sini juga memperkuat semangat untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi setelah Ramadan,” ujarnya.
Momen Saling Memaafkan
Puncak acara ditandai dengan prosesi mushafahah atau saling bersalam-salaman. Suasana haru dan keakraban terasa saat para peserta saling berjabat tangan, memaafkan, dan berbagi kebahagiaan dalam balutan nuansa Lebaran.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama secara lesehan (botram), menghadirkan berbagai hidangan khas Lebaran. Dalam suasana santai, peserta juga berdiskusi mengenai rencana kegiatan sosial ke depan.
Penutup Penuh Kebersamaan
Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama berlatar keindahan taman botani. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan yang tidak hanya hadir dalam seremoni, tetapi juga berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Kebun Raya Bogor kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai pusat konservasi dan penelitian, tetapi juga sebagai ruang sosial dan spiritual yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam harmoni alam.
—
Jurnalis: Miradli RM | Editor: Redaksi











