Kota Serang,journalmedianews.com- Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, meresmikan dua infrastruktur sejarah pers pertama di Indonesia yang berlokasi di Provinsi Banten.
Kedua infrastruktur tersebut adalah Monumen SMSI di Kota Cilegon serta peletakan batu pertama Museum SMSI di Kabupaten Serang yang menjadi tonggak sejarah baru bagi ekosistem media siber nasional.
Kehadiran dua fasilitas ini diyakininya melengkapi keberadaan Journalist Boarding School yang telah lebih dulu berdiri di wilayah tersebut.
Menurut Firdaus pembangunan monumen dan museum ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pers yang utuh dan terintegrasi di Banten.
Firdaus menegaskan bahwa museum berfungsi sebagai wadah informasi masa lalu sekaligus jembatan informasi menuju masa depan.
Infrastruktur ini dirancangnya agar masyarakat pers tidak melupakan akar sejarah di tengah disrupsi digital yang masif.
Pemilihan Banten sebagai lokasi pusat legasi ini menurut Firdaus didasari pada visi pengembangan kader jurnalis di masa depan.
Melalui lembaga pendidikan dan situs bersejarah yang ada, SMSI berupaya mencetak jurnalis yang memiliki kedalaman wawasan.
Hal ini menjadi krusial mengingat data Dewan Pers mencatat pertumbuhan media siber mencapai puluhan ribu, namun perlu dibarengi penguatan kualitas literasi sejarah.
”Museum sebagai jembatan menuju masa akan datang, sehingga kita mencoba mendidik kader-kader jurnalis masa depan tanpa meninggalkan masa lalu,” katanya.
Langkah ini juga menjadi upaya SMSI memberikan dampak nyata bagi masyarakat di luar kegiatan seremonial tahunan Hari Pers Nasional (HPN).
Kehadiran fisik monumen dan museum diharapkannya mampu menjadi daya tarik baru sekaligus ruang edukasi publik.
Firdaus menginginkan agar substansi HPN kali ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas maupun lingkungan sekitar pers.
Integrasi antara sekolah jurnalis, monumen, dan museum ini diklaim sebagai bentuk nyata pembangunan karakter pers yang berkelanjutan.
Proses pendidikan kader jurnalis di Banten kini memiliki landasan historis yang kuat melalui bukti-bukti fisik yang disediakan.
Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat Banten dan Indonesia secara umum.
Jurnalis:Zaenal | Editor:Redaksi













