Film G30S PKI: Propaganda, Sejarah, dan Kontroversi yang Tak Pernah Usai

- Kontributor

Senin, 29 September 2025 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Film G30S/PKI yang disutradarai oleh Arifin C. Noer (Foto: IMDb/ist)

Film G30S/PKI yang disutradarai oleh Arifin C. Noer (Foto: IMDb/ist)

Jakarta (JMN) – Setiap tanggal 30 September, film Pengkhianatan G30S/PKI kembali ramai diperbincangkan publik. Film yang disutradarai Arifin C. Noer ini diproduksi pada masa pemerintahan Orde Baru dengan durasi 3 jam 40 menit dan mengangkat kisah tragedi kelam 30 September 1965.

Film bergenre dokumenter-drama tersebut menggambarkan secara detail penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira tinggi militer yang disebut sebagai bagian dari upaya kudeta terhadap pemerintah Indonesia.

Sejarah Penayangan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Film Pengkhianatan G30S/PKI pertama kali ditayangkan di layar tancap Jakarta pada 1984. Setahun kemudian, tepatnya 30 September 1985, film ini diputar di Televisi Republik Indonesia (TVRI).

Film ini diproduksi oleh Perum Produksi Film Nasional (PPFN) dan diproduseri Brigjen Gufran Dwipayana, yang saat itu juga merupakan staf Presiden Soeharto. Dasar pembuatan film merujuk pada buku karya Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh berjudul Tragedi Nasional Percobaan Kup G30S/PKI di Indonesia. Buku tersebut menjadi rujukan resmi pemerintah Orde Baru dalam memaknai peristiwa G30S.

Sejumlah aktor turut membintangi film ini, di antaranya Bram Adrianto, Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa.

Tujuan dan Kritik

Menurut sang sutradara, film ini dibuat atas permintaan pemerintah Orde Baru. Tujuannya adalah mendidik generasi muda agar menolak ideologi komunisme. Brigjen Gufran menyebut, film yang menghabiskan biaya produksi sekitar Rp800 juta ini memerlukan waktu dua tahun pengerjaan.

Namun, film Pengkhianatan G30S/PKI menuai kritik dari sejumlah kalangan. Sejarawan Bonnie Triyana, misalnya, menilai film ini lebih bersifat propaganda ketimbang rekonstruksi sejarah. Ia menyoroti adanya sejumlah adegan yang tidak sesuai fakta, seperti penyiksaan tujuh jenderal. Hasil visum menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda penyiksaan sebagaimana digambarkan dalam film.

Baca Juga  Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak Desak Aparat Hukum Tangkap Pelaku Penganiayaan Sekjen MPN

Jejak Penayangan

Sejak 1984, film ini menjadi tayangan wajib setiap tahun, terutama pada masa Orde Baru hingga awal reformasi. Bahkan, film tersebut mencetak rekor jumlah penonton di Jakarta dengan 699.282 penonton hingga akhir 1984, mengalahkan film Nyi Blorong yang hanya meraih 354.790 penonton pada 1982.

Namun, setelah Presiden Soeharto lengser pada 1998, kewajiban penayangan film ini dihentikan. Departemen Penerangan beralasan film tersebut sudah terlalu sering diputar dan tidak lagi sesuai dengan dinamika reformasi.

Meski demikian, hingga kini film Pengkhianatan G30S/PKI tetap menjadi bahan diskusi publik dan dapat disaksikan kembali melalui platform digital seperti YouTube.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah, Diluncurkan Serentak 1 Oktober
Gubernur Banten Turun Langsung Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau
Prabowo Instruksikan Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Pangdam III/Siliwangi Tutup Pendidikan dan Lantik 1.452 Prajurit Dikmata Infanteri Gelombang II TA 202
DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif
IPB University Luncurkan Beasiswa Wartawan untuk Perkuat Kapasitas Jurnalisme Nasional
Oknum Guru di MI Hidayatussibiyan II Bogor Diduga Lakukan Kekerasan terhadap Siswa
Kapolres Lebak Hadiri Pembukaan O2SN Jenjang SD dan SMP di Hall Universitas La Tansa Mashiro
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:36 WIB

PWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah, Diluncurkan Serentak 1 Oktober

Jumat, 11 September 2026 - 09:47 WIB

Gubernur Banten Turun Langsung Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 11:13 WIB

Prabowo Instruksikan Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 10:59 WIB

Pangdam III/Siliwangi Tutup Pendidikan dan Lantik 1.452 Prajurit Dikmata Infanteri Gelombang II TA 202

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:19 WIB

DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif

Berita Terbaru

Keterangan Foto:
Polisi menunjukkan barang bukti narkotika berupa sabu, ekstasi, dan tembakau sintetis yang disita dari seorang perempuan berinisial MR (26) dalam pengungkapan kasus narkotika di Kota Cilegon, Banten.

⚖️ Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis

Kamis, 17 Sep 2026 - 05:07 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada 14 September 2026.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Sebut Empat Tersangka Kasus Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Menteri Nusron

Kamis, 17 Sep 2026 - 04:59 WIB