Deklarasi Akbar Paguyuban Cisimeut Bersatu: Lima Desa Kembali Satukan Tekad

- Kontributor

Minggu, 13 Juli 2025 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lima desa menghadiri Deklarasi Akbar Paguyuban Cisimeut Bersatu di Alun-Alun Kampung Bantarnaga, Desa Cisimeut (Induk), Kecamatan Leuwidamar, Minggu (13/7/2025). Acara ini menjadi simbol kembalinya semangat persatuan dan kepedulian sosial.

Foto: Lima desa menghadiri Deklarasi Akbar Paguyuban Cisimeut Bersatu di Alun-Alun Kampung Bantarnaga, Desa Cisimeut (Induk), Kecamatan Leuwidamar, Minggu (13/7/2025). Acara ini menjadi simbol kembalinya semangat persatuan dan kepedulian sosial.

Leuwidamar-Lebak | Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti Alun-Alun Kampung Bantarnaga, Desa Cisimeut (Induk), Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Minggu (13/7/2025).

Ratusan warga dari lima desa memadati lokasi untuk mengikuti Deklarasi Akbar Paguyuban Cisimeut Bersatu, sebuah momentum yang menandai kembalinya semangat persatuan yang telah lama dirindukan masyarakat setempat.

Acara ini menjadi penanda sejarah penting bagi lima desa yang dahulu merupakan satu wilayah adat: Cisimeut, Cisimeut Raya, Nayagati, Margawangi, dan Sangkanwangi. Kini, melalui paguyuban ini, kelimanya kembali bersatu dalam visi bersama membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu agenda yang paling menyentuh dalam deklarasi ini adalah pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu dari kelima desa. Bantuan diserahkan langsung oleh panitia dan para donatur sebagai simbol nyata kepedulian terhadap sesama.

Foto: Santunan anak yatim

“Lima desa ini dulunya satu. Kini kita mungkin berbeda nama, tapi darah dan tanah kita tetap sama,” ujar Agus Bastian, Ketua Umum Paguyuban Cisimeut Bersatu, dalam pidatonya. Ia menekankan bahwa paguyuban lahir dari kerinduan masyarakat akan kebersamaan dan tekad untuk menjaga warisan nilai leluhur.

Agus juga menyebut nama almarhum Jaro Karis, tokoh pemersatu Cisimeut di masa lalu, sebagai inspirasi utama terbentuknya paguyuban.

“Santunan yatim bukan sekadar bantuan, tapi pernyataan bahwa kita siap membangun masyarakat yang tidak membiarkan ada yang tertinggal,” tambahnya.

Camat Leuwidamar yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Paguyuban Cisimeut Bersatu. Ia menilai deklarasi ini sebagai bentuk kedewasaan sosial dan budaya masyarakat, serta menjadi contoh baik bagi wilayah lain.

“Di saat banyak masyarakat terbelah karena urusan politik, warga eks-Cisimeut justru memilih jalan persaudaraan. Ini kekuatan yang luar biasa,” ujarnya tegas.

Baca Juga  PT Adhi Acset KSO Melakukan Kegiatan Rutin Pembersihan Jalan

Selain camat, acara juga dihadiri para Kepala Desa se-Kecamatan Leuwidamar, Kapolsek, anggota Koramil, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta tamu undangan lainnya.

Deklarasi ditandai dengan pembacaan naskah bersama oleh perwakilan lima desa, dilanjutkan dengan doa lintas agama dan penampilan seni tradisional sebagai bentuk penghormatan terhadap akar budaya leluhur.

Dengan mengusung tema “Satu Rasa, Satu Suara, Satu Tujuan,” Paguyuban Cisimeut Bersatu diharapkan menjadi wadah pemersatu yang tidak hanya menjaga warisan nilai-nilai lokal, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas generasi untuk kemajuan wilayah.

Deklarasi ini sekaligus menjadi simbol bahwa di tengah perubahan zaman, nilai persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

PT Banten Tegaskan Kehadiran dalam Sidang Putusan Banding Merupakan Hak Para Pihak

Senin, 29 Jun 2026 - 15:26 WIB