Keresahan Warga Bogor: Ancaman Obat Keras di Desa Karehkel

- Kontributor

Rabu, 31 Juli 2024 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, 31 Juli 2024 – Kabupaten Bogor yang sekian lama sudah bersih dari peredaran obat keras golongan G kini kembali tercoreng oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Mereka menjual obat jenis Heximer dan Tramadol dengan bebas seolah merasa kebal hukum.

Warung berkedok penjual kopi yang berlokasi di Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjual barang dagangannya tanpa pandang bulu kepada setiap pembeli, tanpa mempedulikan usia maupun gender.

Ketika disambangi oleh awak media, penjaga warung mengaku bahwa warungnya baru buka beberapa hari belakangan ini. Ia juga menyebutkan bahwa warung tersebut dikelola oleh oknum berinisial “Z”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, salah satu warga yang enggan disebut namanya menyatakan keresahannya akan keberadaan warung tersebut.

“Beberapa tahun belakangan ini saya sudah mulai lega karena tidak ada lagi penjual obat-obatan seperti itu di wilayah saya. Tapi sekarang tiba-tiba ada lagi warung ini hingga membuat saya resah takut anak ataupun saudara saya ada yang membelinya dan berdampak buruk pada kesehatannya,” ujar warga tersebut.

Peredaran obat keras golongan G di Kabupaten Bogor memang menjadi perhatian serius. Baru-baru ini, polisi juga menangkap pengedar obat keras ilegal di Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, dan menyita ratusan butir Tramadol dan Hexymer.

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat-obatan terlarang kepada pihak berwenang untuk menjaga keamanan dan kesehatan lingkungan.

Baca Juga  Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru