Upaya Risma Selamatkan Warga Banten dengan Melakukan Bakti Sosial

- Kontributor

Sabtu, 15 Juni 2024 - 04:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banten-Kementerian Sosial atau Kemensos, menggelar bakti sosial di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat, 14 Juni 2024. Agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas, kegiatan ini berlangsung di sepuluh lokasi.

Menteri Sosial Tri Rismaharani turun langsung menyapa warga di sepuluh lokasi tersebut. Di Kabupaten Pandeglang terdiri dari enam lokasi, yakni Puskesmas Cidasari, bantuan air bersih di Kelurahan Cigadung, menyapa warga disabilitas di Pendopo Pandeglang, serta meninjau program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) di Desa Kabayan dan Desa Sukaratu.

Sedangkan di Kabupaten Lebak terdapat empat lokasi, yaitu Puskesmas Cipanas, Kantor Kecamatan Cipanas, RST Lebak, dan meninjau air bersih di Desa Sipayung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan warga di setiap lokasi antusias menyambut menteri yang kerap disapa Risma. Pasalnya, mantan Wali Kota Surabaya itu langsung mempersilakan warga menyampaikan keluh kesahnya.

Setibanya di lokasi, ia pun langsung menghampiri warga yang termasuk golongan rentan. Mulai dari orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ, penderita kusta, penyandang disabilitas, hingga para lansia yang mendapat bantuan gratis untuk operasi katarak.

egiatan ini, kata Risma, merupakan ikhtiar mengatasi permasalahan sosial yang masih banyak terjadi di Banten. Selain area provinsi ini sangat luas, kondisi geografisnya cukup meyulitkan aksesibilitas.

“Sebetulnya masih banyak yang harus kita percepat, contohnya katarak. Itu nggak bisa ditunda, karena kalu ditunda menjadi buta. Kalau sudah menjadi buta itu ada hitungan (ekonomi), kemudian keluarga menjadi tidak produktif. Kemudian dia sendiri tidak produktif dan terjadi penurunan kualitas SDM,” kata Risma.

Begitu juga dengan penyandang disabilitas, kerap mengakibatkan orang tuanya putus asa. “Sehingga kita percepat (bantuan) supaya segera menolong mereka,” ucapnya.

Baca Juga  Bank BPRS Bogor Buka Rekening Bagi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja P3K

Bantuan yang dihadirkan Kemensos bukan sekadar memberi alat penunjang aktivitas, namun termasuk mengajak penyandang disabilitas mendapat pelatihan di sentra milik Kemensos.

Risma beberapa kali terlihat merayu orang tua penyandang disabilitas mau merelakan anaknya bergabung ke sentra. “Ayolah, bu, ini demi masa depan anak. Suatu saat kalau ibu sudah tak sanggup atau nggak ada, anak ini harus mandiri loh,” ucapnya.

Bahkan, kepada orang tua yang anaknya mengidap celebral palsy, Risma mempersilakan sang ibu menginap di tempat terapi. “Nanti orang kami akan jemput ibu, nggak usah khawatir. Dapat makan juga, jadi jangan pusing, semua kita sediakan.”

Salah satu yang menarik dari kegiatan ini, terdapat dugaan ada keterkaitan air bersih dengan penyebab disabilitas. “Makanya saya akan ambil sampel air, nanti kita cek di laboratorium itu ada kandungan apa. Nanti setelah (dicek) ternyata ada unsur-unsur tertentu, maka kita treatment airnya kemudian baru digunakan untuk masyarakat, supaya tidak terjadi sustainabilitas dalam kedisabilitasan,” tutur Risma.

Masyarakat Pandeglang dan Lebak mengakui kesulitan memperoleh air bersih, terlebih di musim kemarau. Salah seorang warga menyampaikan lokasi tempat tinggalnya kerap mengalami kekeringan sehingga tidak ada air bersih. “Anak murid disuruh bawa galon dari rumah yang diisi air buat (dibawa ke) sekolah kalau pengen pipis,” ujarnya kepada Risma di Desa Sipayung, Cipanas.

Sebab itu, dalam bakti sosial ini Kemensos juga memberi bantuan instalasi air bersih. Risma mengatakan jajarannya sudah mengecek dan menemukan titik air. Namun perlu dicek terlebih dulu air yang berada di titik tersebut layak atau tidak untuk digunakan oleh masyarakat.

“Saya nggak mau Bapak/Ibu konsumsi, anak-anak konsumsi kualitas air yang nggak bagus, jadi saya harus cek ke lab kondisinya bagaimana,” ujarnya. Jika dari hasil laboratorium menunjukkan air tersebut mengandung kapur atau logam berat, maka harus dibersihkan lebih dulu. “Karena (kalau) mengandung logam berat, mohon maaf, itu bisa terjadi kerusakan di otak,” kata Risma.

Baca Juga  Satu Rumah di Megamendung Rusak Terdampak Longsor, Empat Penghuni Mengungsi

Salah seorang warga, Rina, mengaku senang dengan bantuan instalasi air bersih yang diberikan Kemensos. Dia mengaku selama ini selalu membeli air galon untuk digunakan sehari-hari. “Senang banget kan di sini kalau seminggu nggak hujan aja udah kering sumurnya, nggak ada air pada ke kali semua ke sana ke Ciberang,” kata dia.

Bakti sosial ini juga meliputi bantuan lain seperti pemberian sembako, operasi mata katarak, cek audiometri untuk disabilitas tuli, bantuan kursi roda dan lain-lain. Bantuan yang diberikan Kemensos khususnya di Kecamatan Cipanas, Lebak, Banten sebesar Rp 650.822.100. (*)

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

Foto: Material dan peralatan yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin ditemukan saat investigasi lapangan. Dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

⚖️ Hukum & Kriminal

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Mencuat, Nama HE Disebut Sebagai Pemodal

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:22 WIB