Ratusan Relawan Bersihkan Sungai Cibanten, Kini Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata

- Penulis Berita

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang,journalmedianews.com – Sungai Cibanten di Kota Serang sempat berada dalam kondisi memprihatinkan. Permukaan air tertutup sampah plastik, kayu, perabotan rumah tangga, hingga limbah yang tersangkut di semak bantaran. Di beberapa titik, aliran air nyaris tak bergerak karena tersumbat tumpukan sampah.

Pada 28 Juli 2025, aksi bersih Sungai Cibanten dimulai. Lebih dari 300 personel terlibat, terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Serang, relawan, mahasiswa, hingga masyarakat. Mereka turun bersama melakukan pembersihan menggunakan perahu karet dan peralatan seadanya.

Sampah diangkat satu per satu. Karung-karung berisi plastik, potongan kayu, hingga kasur dan lemari rusak dibawa ke darat. Gerakan ini dipimpin Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaluddin. Ia menyebut masih terdapat lima hingga enam titik yang menjadi perhatian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang di sini bisa kita lihat ada lima sampai enam titik. Bukan hanya di badan sungai, tapi sampai ke bantaran sungai oleh warga,” ujarnya, Minggu, 1 Maret 2026 saat menceritakan kepada RRI Banten.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kesadaran masyarakat di sejumlah wilayah. Hasil koordinasi bersama camat setempat menjadi catatan untuk penanganan lanjutan.

Kondisi sungai perlahan mulai membaik berkat pembersihan rutin yang dilakukan secara mandiri. Target hingga akhir 2025, seluruh titik terparah Sungai Cibanten, terutama dari Sindangheula hingga Tembong, dapat dibersihkan.

Mahasiswa turut mengambil peran aktif dalam aksi tersebut. Luqyana, yang ikut turun menggunakan perahu karet, mengaku terkejut dengan temuan di lapangan.

“Saat ikut aksi bersih Sungai Cibanten, saya kira hanya menemukan sampah plastik biasa. Ternyata kami menemukan kasur, perabotan, bahkan sisa makanan yang masih terbungkus. Rasanya campur aduk, kaget, sedih, dan miris,” katanya.

Baca Juga  Bupati Sukabumi Giat Muhibah Ramadan di Mesjid Al Hurriyah Cicurug

Ia menyadari, tumpukan sampah bukan hanya membuat sungai terlihat kotor, tetapi juga berpotensi menghambat aliran air saat hujan deras dan memicu banjir.

Relawan kini rutin menyusuri sungai untuk patroli sekaligus memasang rambu peringatan agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Konsistensi mereka tidak hanya terlihat saat kegiatan besar digelar, tetapi juga ketika sorotan publik mulai berkurang.

Salah satu relawan dari komunitas Facebook Banten News, Funky Ramadan, mengaku lelah kerap dirasakan saat turun langsung ke lapangan.

“Capek memang capek ketika kita mengeluarkan keringat, waktu, dan pikiran untuk bersih-bersih sungai. Tapi capek itu terbayar ketika melihat sungai bersih dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, gerakan merawat sungai secara perlahan mendorong tumbuhnya kesadaran warga.

Semangat tersebut terinspirasi dari sejumlah kota yang berhasil mengembalikan fungsi sungainya, seperti Medan dan Malang. Sungai yang dulunya tercemar, kini menjadi ruang publik yang hidup.

Pada 31 Januari 2026, soft launching wisata air Kali Cibanten menandai babak baru. Jalur sungai mulai dibuka untuk aktivitas arung jeram dengan tingkat kesulitan ringan hingga menengah. Sungai yang dulu identik dengan sampah, kini menjadi ruang olahraga, siaga air, konservasi, sekaligus edukasi lingkungan.

Ke depan, kawasan ini dirancang sebagai pusat wisata arung jeram, lokasi konservasi, titik siaga bencana, hingga ruang kegiatan olahraga air. Penanaman pohon di bantaran sungai masuk dalam program dua hingga tiga tahun mendatang guna memperkuat ekosistem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Viral Dijual Rp65 Miliar, Pulau Umang Disegel KKP karena Tak Berizin
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Minggu, 26 April 2026 - 12:05 WIB

Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026

Berita Terbaru