Kampung Literasi Pekijing Jadi Inspirasi Penguatan Budaya Baca di Banten

- Kontributor

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin (ketujuh dari kiri) berfoto bersama warga Kampung Literasi Pekijing di Kota Serang, Provinsi Banten pada Selasa (12/5/2026).

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin (ketujuh dari kiri) berfoto bersama warga Kampung Literasi Pekijing di Kota Serang, Provinsi Banten pada Selasa (12/5/2026).

Banten  – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi inisiasi Kampung Literasi Pekijing di Kota Serang, Provinsi Banten yang menguatkan literasi masyarakat lokal dengan berbasis pada komunitas dan keluarga.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Rabu menegaskan peningkatan dan penguatan literasi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi bersama masyarakat, komunitas, dan keluarga.

Karena itu, kata dia, keberadaan taman bacaan masyarakat dinilai memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun budaya membaca di lingkungan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat Kampung Literasi Pekijing menunjukkan bagaimana masyarakat dapat membangun ekosistem literasi yang hidup dan menyenangkan. Anak-anak, orang tua, dan komunitas hadir bersama dalam berbagai aktivitas yang mendorong budaya membaca dan kreativitas di lingkungannya,” ujar Hafidz.

Ia menjelaskan di kampung tersebut dibangun rumah-rumah kotak kecil berisi buku bacaan yang berdiri di halaman rumah warga yang dapat diakses siapa saja tanpa batasan ketentuan yang mengikat.

Kehadiran sudut-sudut baca sederhana itu menjadikan buku lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurut Hafidz, praktik baik yang dilakukan Kampung Literasi Pekijing dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan ruang literasi yang dekat, terbuka, dan ramah bagi masyarakat.

Ia menambahkan, pihaknya memberikan perhatian dan dukungan terhadap komunitas literasi seperti itu karena keberadaannya menjadi bagian penting dalam penguatan literasi masyarakat.

“Kehadiran komunitas literasi berupa taman bacaan masyarakat dan perpustakaan desa di Pekijing dapat menjadi contoh sekaligus penggerak budaya baca di lingkungan sekitar,” kata Hafidz.

Di Kampung Literasi Pekijing, literasi tumbuh tidak hanya melalui kegiatan membaca buku, melainkan juga melalui interaksi sosial yang melibatkan seluruh kelompok usia.

Baca Juga  Kapolda Banten Pimpin Upacara Sertijab Kabid Propam Polda Banten

Ia mengatakan anak-anak mengikuti kegiatan mendongeng, membaca bersama, bermain permainan tradisional, hingga berlatih seni dan musik, sementara itu, para lansia turut dilibatkan dalam kegiatan melukis, mewarnai, dan membuat kerajinan tangan.

Pada saat yang sama, Pembina Kampung Literasi Pekijing Edi Suryadi menjelaskan penyediaan buku di rumah-rumah warga awalnya sempat diragukan apakah dapat berjalan dengan efektif dan diterima masyarakat.

Namun begitu, pendekatan yang sederhana justru membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan buku.

“Ketika buku-buku ditempatkan di depan rumah dan mudah diakses serta judulnya menarik maka masyarakat mulai berani memegang dan membaca buku. Dari situ kami menyadari bahwa masyarakat sebenarnya membutuhkan bahan bacaan yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujarnya.

Berangkat dari pengalaman tersebut, warga kemudian secara mandiri mengembangkan penyediaan bahan bacaan dengan membangun rumah-rumah buku di pinggir jalan kampung agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pengunjung yang datang.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD DKI Dukung 103 Sekolah Swasta Gratis untuk Perluas Akses Pendidikan
DPRD DKI Nilai Sekolah Swasta Gratis Solusi Tekan Angka Putus Sekolah
Interaksi Oknum Guru SDN 1 Citorek Sabrang dan Wartawan Disorot Karena di Anggap Rendahkan Profesi Jurnalis
Fasilitas Sekolah Dinilai Kurang Terawat, Pengelolaan Dana BOS SDN 1 Kadumalati Dipertanyakan
Kemendikdasmen Perpanjang Aktivasi Rekening PIP hingga 13 Maret 2026
Dugaan Sering Alpa Kepala Sekolah SDN 2 Wangunjaya Jadi Sorotan Warga
Dianggap Tunjukan Sikap Arogansi Ketua K3S Cigemblong terhadap Wartawan Jadi Perhatian Media
Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Wangunjaya 2023–2025 Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:30 WIB

Kampung Literasi Pekijing Jadi Inspirasi Penguatan Budaya Baca di Banten

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:53 WIB

DPRD DKI Dukung 103 Sekolah Swasta Gratis untuk Perluas Akses Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:11 WIB

DPRD DKI Nilai Sekolah Swasta Gratis Solusi Tekan Angka Putus Sekolah

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:00 WIB

Interaksi Oknum Guru SDN 1 Citorek Sabrang dan Wartawan Disorot Karena di Anggap Rendahkan Profesi Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:10 WIB

Fasilitas Sekolah Dinilai Kurang Terawat, Pengelolaan Dana BOS SDN 1 Kadumalati Dipertanyakan

Berita Terbaru

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Estiarty Haryani.

Ekonomi & Bisnis

Kemnaker Bantu Modal Usaha Rp5 Juta bagi Peserta TKM Pemula 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:56 WIB