Deepfake Vulgar Mahasiswi Untan, Komisi I DPR Desak Komdigi Bertindak

- Kontributor

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, berinisial RY mengedit foto teman-temannya menggunakan teknologi deepfake menjadi foto tak senonoh. Komisi I DPR menyesalkan kasus deepfake vulgar ini.

“Komisi I DPR RI menyesalkan terjadinya praktik penyalahgunaan teknologi digital yang merendahkan martabat perempuan dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, tindakan mengedit foto menggunakan teknologi deepfake untuk tujuan yang tidak senonoh merupakan pelanggaran etika dan moral serta berpotensi melanggar hukum. Ruang digital, terangnya, seharusnya menjadi wadah yang sehat untuk inovasi dan kreativitas, bukan arena eksploitasi yang merugikan hak asasi manusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Komisi I DPR RI mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperkuat regulasi, pengawasan, dan literasi digital terkait penggunaan teknologi deepfake,” kata Dave.

Bagi Dave, penting adanya mekanisme deteksi dini, penindakan tegas terhadap pelanggaran, serta edukasi publik agar masyarakat memahami risiko dan dampak dari penyalahgunaan teknologi ini.

“Komisi I DPR RI juga mendukung proses hukum yang sedang berjalan di tingkat kampus maupun aparat penegak hukum, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 jo. UU Nomor 19 Tahun 2016. Siapapun yang terbukti melakukan tindakan merugikan dengan teknologi digital harus bertanggung jawab atas konsekuensinya,” imbuhnya.

Dave mengatakan Komisi I DPR RI berkomitmen memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menghadapi fenomena deepfake dan teknologi manipulatif lainnya. Dengan regulasi yang jelas, pengawasan yang ketat, serta literasi digital yang masif, bangsa ini dapat menjaga ruang digital tetap aman, sehat, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Baca Juga  Hukuman Penjara untuk Mantan Pejabat: Kepala Desa dan Bendahara Dihukum karena Penggelapan Dana Desa Sebesar Rp 492 Juta

Kronologi Terungkap Kasus Ini

Dilansir detikKalimantan, Jumat (15/5/2026), salah satu korban berinisial S menceritakan saat itu RY dan teman-temannya angkatan satu jurusannya sedang melakukan praktikum mata kuliah Sistematika Mikroba pekan lalu. Saat itu, teman RY meminjam ponselnya untuk keperluan dokumentasi praktikum.

Setelah selesai memotret, teman RY disebut membuka galeri untuk mengecek hasil dokumentasi praktikum. Namun, mereka justru menemukan banyak foto perempuan yang dikenal tersimpan di dalam ponsel tersebut.

“Pas buka galeri, temannya heran kok banyak muka orang yang dia kenal. Pas dicek ternyata banyak sekali foto-foto tidak senonoh yang sudah diedit pelaku,” katanya.

Beberapa hari kemudian, kasus tersebut akhirnya menyebar di media sosial dan grup percakapan mahasiswa. S mengaku terkejut saat bangun tidur dan mendapati grup percakapannya ramai membahas dugaan deepfake vulgar tersebut.

S mengungkap bahwa korbannya rata-rata adalah teman dari RY, termasuk teman SMA dan teman kuliah satu jurusan dan satu angkatan. Bahkan ada editan AI yang memperlihatkan pacar RY seolah sedang berciuman dengan pria lain.

Kasus Mulai Diusut Untan

Kasus ini mendapatkan atensi dari pihak kampus, yakni Untan. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Untan memastikan kasus tersebut sudah ditangani.

“Sudah ditangani dan sedang dalam proses,” kata Ketua Satgas PPKPT Untan, Emilya Kalsum, saat dikonfirmasi detikKalimantan.

Tak hanya itu, Emilya Kalsum mengatakan pihaknya telah memberikan arahan kepada pimpinan fakultas terlapor untuk menghentikan sementara aktivitas perkuliahan terlapor. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka proses investigasi sekaligus menciptakan ruang aman bagi korban maupun terlapor selama penanganan kasus berlangsung.

“Dalam rangka pelaksanaan proses investigasi serta penciptaan ruang aman bagi korban dan terlapor, Satgas PPKPT Untan telah memberikan arahan kepada pimpinan fakultas agar menghentikan sementara perkuliahan,” kata Emilya saat dikonfirmasi

Baca Juga  Komdigi Ungkap Dampak Judi Online, Ribuan Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar

 

Penulis : Zainal

Editor : Zaenal

Sumber Berita: Detik.com

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPC PPP dan Fraksi PPP Lebak Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 800 Santri Ponpes Darul Mustafa
Peduli Warga Terdampak Kemarau, Ketua Fraksi PPP Lebak dan Anggota DPRD Salurkan Bantuan Air Bersih
DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif
DPRD Kabupaten Tangerang Pelajari Strategi Keterbukaan Informasi Publik di Kabupaten Serang
Musran dan Musanran PDI Perjuangan Se-Kecamatan Sobang dan Muncang Perkuat Soliditas Kader
Presiden Prabowo Tiba di Paris, Kunjungan Resmi Kenegaraan Perkuat Kerja Sama Super Strategis
Komdigi Ungkap Dampak Judi Online, Ribuan Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar
PSI Gelar Silaturahmi Dapil 3 di Kecamatan Muncang, Perkuat Konsolidasi Kader
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Ketua DPC PPP dan Fraksi PPP Lebak Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 800 Santri Ponpes Darul Mustafa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Peduli Warga Terdampak Kemarau, Ketua Fraksi PPP Lebak dan Anggota DPRD Salurkan Bantuan Air Bersih

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:19 WIB

DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:18 WIB

DPRD Kabupaten Tangerang Pelajari Strategi Keterbukaan Informasi Publik di Kabupaten Serang

Senin, 6 Juli 2026 - 06:41 WIB

Musran dan Musanran PDI Perjuangan Se-Kecamatan Sobang dan Muncang Perkuat Soliditas Kader

Berita Terbaru