Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Material tanah dan bebatuan menutup badan Jalan Raya Citorek–Ciparay di Blok Cimari, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, usai tebing setinggi puluhan meter longsor akibat hujan deras, Selasa (12/5/2026).

Material tanah dan bebatuan menutup badan Jalan Raya Citorek–Ciparay di Blok Cimari, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, usai tebing setinggi puluhan meter longsor akibat hujan deras, Selasa (12/5/2026).

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...
LEBAK
— Tebing setinggi sekitar 50 meter longsor dan menutup Jalan Raya Citorek–Ciparay di Blok Cimari, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (12/5/2026). Akibatnya, akses kendaraan dari arah Citorek menuju Ciparay maupun sebaliknya terputus total.

Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Lebak sejak Senin (11/5/2026) malam. Material tanah dan bebatuan dari tebing menutupi seluruh badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Peristiwa tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama warga yang hendak menuju pusat Kecamatan Cibeber dari wilayah Citorek dan sebaliknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Camat Cibeber, Khaerudin, mengatakan kawasan di sekitar lokasi longsor memang memiliki kontur tanah yang labil dan rawan pergerakan tanah saat curah hujan tinggi.

“Longsor terjadi pada malam hari setelah hujan deras. Tebing yang longsor cukup tinggi, diperkirakan mencapai 30 hingga 50 meter,” ujar Khaerudin kepada wartawan.

Saat ini, proses penanganan longsor tengah dilakukan oleh petugas dari pemerintah provinsi yang telah diterjunkan ke lokasi. Pembersihan material longsor dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses jalan.

“Sekarang sedang ditangani oleh petugas provinsi,” katanya.

Meski bukan jalur utama aktivitas harian masyarakat, putusnya akses jalan tersebut tetap berdampak terhadap mobilitas warga. Jalur Citorek–Ciparay menjadi penghubung masyarakat Citorek menuju pusat Kecamatan Cibeber, termasuk akses warga dari arah Warung Banten menuju Citorek dan Cipanas.

“Warga Citorek yang hendak ke pusat kecamatan tentu terganggu, begitu juga masyarakat dari arah Warung Banten menuju Citorek maupun Cipanas,” ucapnya.

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah selatan Lebak masih tergolong tinggi.

Baca Juga  Anggaran Besar, Hasil Minim: Proyek Drainase di Bogor Dipertanyakan

Penulis : Denis

Editor : Zaenal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Viral Dijual Rp65 Miliar, Pulau Umang Disegel KKP karena Tak Berizin
Ratusan Domba Garut Dibagikan, Lebak Kejar Swasembada Daging
Berita ini 6 kali dibaca
Selain menutup akses jalan, longsor juga menimbulkan antrean kendaraan di kedua arah. Sejumlah warga terpaksa memutar arah dan mencari jalur alternatif meski harus menempuh waktu perjalanan lebih lama. Kondisi cuaca yang masih diguyur hujan ringan membuat proses evakuasi material longsor dilakukan secara hati-hati guna menghindari risiko longsor susulan.

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Minggu, 26 April 2026 - 12:05 WIB

Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026

Minggu, 26 April 2026 - 11:59 WIB

Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan

Berita Terbaru

Kondisi saluran pembuangan limbah diduga berasal dari dapur SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang di Kampung Kilenjong, Desa Cigombong, Kabupaten Bogor, yang dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tidak sedap dan diduga mencemari lingkungan sekitar.

Kabar Daerah

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB