Pembangunan Paving Block di Desa Sukamaju Diduga Asal-Asalan, Publik Soroti Kualitas Pekerjaan

- Kontributor

Minggu, 31 Agustus 2025 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, 30 Agustus 2025 – Proyek pembangunan peningkatan kualitas prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) permukiman berupa pemasangan paving block di Desa Sukamaju, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten, mendapat sorotan dari masyarakat setempat.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV. Vanz Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp189.430.000,- tersebut dinilai warga tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Proyek ini diketahui bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025 dengan masa pelaksanaan 60 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada 21 Juli 2025.

Proses pembangunan paving block di Desa Sukamaju, terlihat sebagian material belum terpasang dengan rapi dan masih dalam tahap pengerjaan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pemasangan paving block terlihat bergelombang dan tidak rata di beberapa titik. Selain itu, dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi juga mencuat ke permukaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dilihat, hasil pemasangannya tidak rata, ada bagian yang naik turun. Padahal jalan ini nantinya digunakan masyarakat umum. Sayang kalau dikerjakan asal begitu,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten selaku pihak berwenang dapat segera melakukan evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap jalannya proyek tersebut. Mereka meminta agar setiap pekerjaan pembangunan menggunakan anggaran publik tetap mengedepankan kualitas dan sesuai dengan spesifikasi teknis dalam kontrak.

Pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan kualitas pekerjaan yang dipertanyakan publik. Tim media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

Publik berharap agar pelaksanaan proyek infrastruktur, khususnya yang bersumber dari dana pemerintah, tidak hanya selesai tepat waktu, namun juga memberikan hasil yang dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

 

Jurnalis: Denis

Editor: JMNews

Baca Juga  Kepala Sekolah SDN 1 Cikarang Meminta Kepada Wali Murid Untuk Mengikhlaskan Dana PIP yang Diduga Telah Digelapkan Oleh Oknum Guru
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

Foto: Material dan peralatan yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin ditemukan saat investigasi lapangan. Dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

⚖️ Hukum & Kriminal

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Mencuat, Nama HE Disebut Sebagai Pemodal

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:22 WIB