Scroll untuk baca artikel
News Banner 325x300
Berita Utama

Fakta dalam Setiap Berita

Menyajikan informasi akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.

Floating Left Ad
Tetap update berita terbaru & opini menarik hanya di JournalMediaNews.com! • Update pasar & ekonomi • Tips menulis artikel menarik • Event JournalMediaNews
Banner News 370x90 - Times New Roman
Nasional

BNPB salurkan Rp369,9 miliar dana perbaikan rumah rusak pascabencana

22
×

BNPB salurkan Rp369,9 miliar dana perbaikan rumah rusak pascabencana

Sebarkan artikel ini
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam Acara Penyerahan Bantuan Stimulan Rumah Rusak Ringan dan Sedang di Balai Kota Lhokseumawe, Aceh, Jumat (13/2/2026)

Banda Aceh,journalmedianews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menyalurkan dana stimulan pembangunan rumah rusak ringan hingga sedang senilai Rp369,9 miliar untuk 17.251 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana dari tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara.

“Bantuan stimulan rumah rusak hari ini disalurkan kepada 17.251 KK di 25 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatera Utara. Total nilai bantuan mencapai Rp369,915 miliar,” kata Kepala BNPB Suharyanto, di Lhokseumawe, Aceh, Jumat.

Red-and-Black-Bold-Minimalist-News-Update-Instagram-Reels-Video

Pernyataan itu disampaikan Letjen TNI Suharyanto dalam kegiatan penyaluran bantuan stimulan rumah rusak ringan dan sedang untuk masyarakat terdampak bencana Sumatera di Balai Kota Lhokseumawe, Aceh.

Suharyanto menyebutkan dana stimulan ratusan miliar tersebut disalurkan Rp15 juta per KK untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta/KK untuk rumsh rusak sedang.

“Masih ada 24 kabupaten/kota yang sedang dalam proses verifikasi data dan penyalurannya akan segera dilakukan pada minggu depan,” ujarnya.

Di Kota Lhokseumawe terdapat 23 KK penerima bantuan rumah rusak ringan dan 1.178 KK penerima bantuan rumah rusak sedang, dengan total bantuan sebesar Rp35,685 miliar.

Artinya, hampir 90 persen pengajuan dari Wali Kota Lhokseumawe telah disetujui, hanya 21 KK yang masih memerlukan verifikasi ulang dan segera menerimanya setelah proses verifikasi selesai.

Suharyanto menjelaskan proses verifikasi dilakukan secara berjenjang dari bawah ke atas. Tim gabungan dari berbagai unsur terlebih dahulu memeriksa langsung kondisi rumah warga terdampak.

Kemudian dilakukan pengkategorian sebagai rusak ringan atau sedang sesuai petunjuk pelaksanaan berlaku. Data tersebut selanjutnya naik secara berjenjang hingga ke tingkat atas.

Menurutnya, proses ini berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti. Bagi warga terdampak yang tidak memenuhi kriteria rusak ringan atau sedang, pemerintah dapat membantu melalui skema bantuan lain yang tersedia.

Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening bank penerima. Pencairan dapat dilakukan hingga 80 persen dari total dana yang diterima. Sisanya 20 persen baru dapat dicairkan setelah ada bukti bahwa dana sebelumnya telah digunakan untuk perbaikan rumah.

 

 

Banner Google-style Bergerak
Update berita nasional: Pasar saham melonjak • Opini menarik: Tips sukses menulis artikel • Event JournalMediaNews minggu ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Footer
Popup Banner Iklan
Get it on Google Play TikTok YouTube Facebook Instagram WhatsApp