Wisatawan di Puncak Bogor Jadi Korban Pungli: Kisah Tragis di Balik Jasa Joki Penunjuk Arah

- Kontributor

Minggu, 22 Desember 2024 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor,23 Desember 2024 | Seorang wisatawan asal Tangerang mengalami pengalaman tak menyenangkan saat berkunjung ke kawasan Puncak Bogor. Wisatawan tersebut menjadi korban pungutan liar (pungli) oleh seorang joki penunjuk arah yang mematok harga fantastis sebesar Rp750 ribu untuk jasa mengantarkan melalui jalur alternatif.

Kejadian bermula ketika wisatawan yang berjumlah empat orang berangkat menggunakan kendaraan roda empat pada sekitar pukul 15.30 WIB menuju kawasan Puncak Bogor.

Mereka melewati jalan Alternatif Sumarecon Bogor-Pasir Angin Megamendung dan bertemu dengan pelaku berinisial CN alias Bokep, yang menawarkan rute alternatif menuju Wisata Petik Strawberry di Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Pada awalnya, CN tidak mematok tarif untuk jasanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ketika bensin mobil wisatawan hampir habis, mereka meminta ditunjukkan ke SPBU terdekat. Setibanya di Pom Bensin Tugu Utara Cisarua, pelaku meminta uang secara paksa sebesar Rp750 ribu.

Wisatawan hanya mampu membayar Rp250 ribu yang ditransfer dalam dua kali pembayaran, masing-masing Rp150 ribu dan Rp100 ribu.

Pelaku, CN alias Bokep, telah diamankan oleh pihak kepolisian dan memberikan klarifikasi atas tindakannya. Menurut Kapolsek Cisarua, Kompol Eddy Santosa, pelaku mengaku melakukan tindakan tersebut karena merasa tidak sesuai dengan waktu yang dihabiskan untuk mengawal wisatawan dan juga karena masalah pribadi yang membuatnya membutuhkan uang.

“Alasannya itu karena tidak sesuai, karena lama mengawalnya, mungkin dia (pelaku) juga ada masalah, butuh duit akhirnya begitu,” ujar Kompol Eddy Santosa kepada wartawan pada Minggu, 22 Desember 2024.

Setelah diinterogasi oleh pihak kepolisian, pelaku yang awalnya garang dan memaksa wisatawan untuk membayar sesuai keinginannya, akhirnya menyesali perbuatannya.

CN alias Bokep menangis dan memohon maaf, berharap tidak mendapatkan hukuman atas tindakannya.

Baca Juga  Bazar Pangan Murah Digelar di Desa Kolelet Wetan, Upaya Dinas Ketahanan Pangan Lebak Kendalikan Inflasi

“Dia ungkap penyesalannya, memohon maaf dan menangis, menyesali perbuatannya,” tambah Kompol Eddy Santosa.

Pihak kepolisian merespons cepat laporan dari korban dan berhasil mengamankan pelaku. Setelah proses interogasi, pelaku yang merupakan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, diizinkan pulang.

Korban pun telah memaafkan pelaku dan berterima kasih kepada pihak kepolisian atas tindakan cepat mereka.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi wisatawan untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap jasa yang ditawarkan oleh pihak yang tidak dikenal.

Selain itu, tindakan cepat dan tegas dari pihak kepolisian dalam menangani kasus ini patut diapresiasi, karena mampu memberikan rasa aman dan keadilan bagi korban.

Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, dan kawasan wisata Puncak Bogor tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung.

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

Foto: Material dan peralatan yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin ditemukan saat investigasi lapangan. Dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

⚖️ Hukum & Kriminal

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Mencuat, Nama HE Disebut Sebagai Pemodal

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:22 WIB