Ngeri !! Diduga oknum Pejabat Eselon 4 Ngamuk, Rusak Ruangan UPT Samsat Serang, Ada Apa ?

- Kontributor

Rabu, 27 Maret 2024 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang Banten | Journalmedianews,- Menyikapi situasi dan kondisi yang terjadi di UPT Samsat Kota Serang, terutama dengan terjadinya dugaan pengerusakan ruang kantor yang dilakukan oleh salah seorang oknum Pejabat Eselon 4 di kantor Bappeda Banten inisial AM.

Yang ternyata hingga saat ini tidak muncul ke permukaan, malah yang muncul isu lain.

“Ada apa dengan Bapenda Banten nih, sepertinya sudah terjadi iklim yang tidak kondusif pada ruang keja di area Bapenda Banten hingga kantor UPT nya,:ungkap Kamaludin, Ketua DPW Solmet Banten yang sekaligus Sekjend DPN Solmet kepada sejumlah media,Selasa 26/03/2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan oleh Kamaludin, kejadian pengerusakan ini sudah terjadi sejak tanggal 4 Maret 2024 yang lalu, namun beberapa hari terakhir, malah yang timbul berita tentang adanya pungli di kantor UPT tersebut, tentunya ini menimbulkan pertanyaan bagi kalangan aktivis di Banten. “Saya menduga ada sesuatu yang tidak beres pada ruang lingkup Bapenda termasuk di UPT nya, ini harus ditelusuri dan perdalam serta menindaklanjuti kondisi ini agar menjadi terang benderang,”tegas Kamaludin.

Untuk itu, lanjut Kamaludin disarankan agar Pj Gubernur Banten, Al Mukatabar tidak menerima dan memutuskan sesuatu hanya pada berita sepihak, harus didalami secara utuh dan minta keterangan secara utuh berbagai pihak, baik internal maupun eksternal dengan dibarengi dengan bukti-bukti.

Menurut Kamaludin, jangan Tindakan Pj Gubernur Banten menjadi Tindakan yang salah dan dzolim karena mendapat info sepihak dan menyesatkan.

Lanjut Kamaludin, setelah menyimak apa yang terjadi. Dirinya mempertanyakan adanya Tindakan pengerusakan yang dilakukan oleh oknum pejabat eselon 4 di kantor UPT Samsat Kota Serang, Plt Kepala Bapenda, Deni Hermawan menjawab dengan singkap via WA,”secara internal sudah diambil Tindakan disiplin sesuai kewenangan, selanjutnya disampaikan ke BKD”Ucapnya

Baca Juga  Warga Desa Ciparasi Gelar Upacara HUT RI ke-80 dengan Khidmat

Kata Kamaludin,Melihat apa yang disampaikan oleh Plt Kepala Bapenda, ini terlihat tidak sinkron dengan situasi yang terjadi kebelakang, karena yang muncul adalah adanya pungli ? bukankah ini akan menarik garis issue untuk menutup kasus pengerusakan karena menurut beberapa narasumber, seringkali yang bersangkutan (pelaku) sesumbar katanya dirinya dekat dengan Pj Gubernur Banten dan Plt Kepala Bapenda.

Kalau mau ungkap situasi dan kondisi yang lebih obyektif berdasarkan banyak sumber, lanjut Kamaludin adalah adanya dugaan pemotongan dana insentif bagi eselon 3 dan 4 di lingkungan Bapenda Banten. “Harusnya pihak APH, terutama Kejati Banten untuk turun melakukan penyelidikan dan penyidikan pada kondisi ini, modusnya adalah dengan menggunakan kepanjangan tangan melalui pengepulnya seorang pegawai non ASN dan ASN,”ungkap Kamaludin seraya menegaskan meminta kepada Pj Gubernur Banten untuk segera memeriksa Plt Kepala Bapenda dan mencopotnya dari jabatannya.

Kalau persoalan ini tidak dituntaskan, ungkap Kamaludin, dirinya akan melakukan aksi dengan tindakan pelaporan dan turun langsung, agar publik semakin tahu, dan ini tentunya akan mengganggu kredibilitas dan integritas seorang Pj Gubernur Banten, yang kami anggap gagal menempatkan seorang pejabat yang notabene pembantunya.

Pada kesempatan ini juga Kamaludin membandingkan pada situasi bagaimana KPK Tangkap Tangan ASN di Sidoarjo terkait adanya pemotongan pembayaran insentif pajak dan retribusi daerah, “masa di Banten harus terjadi seperti kayak di Sidoarjo, dan ini bisa saja selama situasi dan kondisi tidak berubah dan masih seperti ini saja.”ujar Kamal mengingatkan (***)

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

Foto: Material dan peralatan yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin ditemukan saat investigasi lapangan. Dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

⚖️ Hukum & Kriminal

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Mencuat, Nama HE Disebut Sebagai Pemodal

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:22 WIB