Scroll untuk baca artikel
Gemini-Generated-Image-k1zdjhk1zdjhk1zd
Floating Left Ad
Tetap update berita terbaru & opini menarik hanya di JournalMediaNews.com! • Update pasar & ekonomi • Tips menulis artikel menarik • Event JournalMediaNews
Banner News 370x90 - Times New Roman
Hukum

Lapas Rangkasbitung Perkuat Literasi Warga Binaan Melalui Program Klinik Baca

226
×

Lapas Rangkasbitung Perkuat Literasi Warga Binaan Melalui Program Klinik Baca

Sebarkan artikel ini
Program Klinik Baca untuk menguatkan literasi warga binaan di Lapas Kelas III Rangkasbitung. (Foto: Dok. Lapas Kelas III Rangkasbitung)
White-Blue-Professional-Website-Developer-Linked-In-Banner

Lebak – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung terus mendorong penguatan literasi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program Klinik Baca sebagai bagian dari pembinaan kepribadian. Program ini dirancang untuk memastikan hak pendidikan WBP terpenuhi sekaligus membentuk karakter yang lebih mandiri dan berdaya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Kelas III Rangkasbitung, Eka Yoga Suara, dalam dialog Banten Menyapa RRI Pro 1 Banten, Kamis, 15 Januari 2026.

Red-and-Black-Bold-Minimalist-News-Update-Instagram-Reels-Video

Menurut Eka, literasi memiliki peran penting sebagai jembatan bagi WBP dalam mengakses pengetahuan, terutama bagi mereka yang sebelumnya putus sekolah.

“Literasi membaca sangat penting karena menjadi jembatan bagi warga binaan untuk memahami pengetahuan dan memperbaiki masa depannya,” ujarnya.

Melalui program Klinik Baca, warga binaan yang belum mampu membaca mendapatkan pendampingan secara intensif hingga mencapai standar kemampuan dasar. Program ini terintegrasi dengan pendidikan kesetaraan serta pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan di dalam lapas.

Selain pembelajaran alfabet, warga binaan juga dibina dalam membaca huruf hijaiyah, mulai dari tingkat dasar hingga pengembangan lanjutan. Seluruh keikutsertaan dalam kegiatan literasi tersebut tercatat dalam sistem penilaian pembinaan dan dievaluasi secara berkala, baik bulanan maupun semesteran, sebagai indikator perkembangan perilaku dan kemajuan individu.

Dalam pelaksanaannya, Lapas Rangkasbitung mengandalkan kolaborasi lintas sektor. Perpustakaan daerah, dinas pendidikan, serta perguruan tinggi dilibatkan dalam penyediaan bahan bacaan, pertukaran buku, hingga pendampingan mahasiswa magang.

Kerja sama ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan jumlah petugas dan fasilitas belajar.

Eka mengakui masih adanya sejumlah keterbatasan, seperti ruang belajar yang terbatas serta kapasitas hunian yang melebihi daya tampung. Meski demikian, melalui pengaturan jadwal dan dukungan dari berbagai mitra, kegiatan literasi tetap dapat berjalan dengan baik.

“Kami terbuka terhadap kolaborasi, termasuk dari perguruan tinggi dan masyarakat, untuk mendukung program literasi ini,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengubah stigma negatif terhadap warga binaan dan turut mendukung proses pembinaan di dalam lapas.

Menurutnya, tujuan pemasyarakatan adalah menyadarkan, membekali, serta mengembalikan warga binaan ke tengah masyarakat agar mampu berkontribusi secara positif setelah bebas.

Dengan penguatan literasi yang berkelanjutan, Lapas Kelas III Rangkasbitung berharap proses reintegrasi sosial warga binaan dapat berjalan lebih efektif, manusiawi, dan bermartabat.

Banner Google-style Bergerak
Update berita nasional: Pasar saham melonjak • Opini menarik: Tips sukses menulis artikel • Event JournalMediaNews minggu ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Footer