Lebak,journalmedianews.com | Sikap yang dinilai kurang pantas tersebut terjadi saat pembina Yayasan Al Kautsar Muncang bersikap arogan terhadap PGRI Kecamatan Muncang dan kepala Sekolah Al Kautsar yang berada di Kabupaten Lebak, Banten.
Peristiwa tersebut bermula ketika awak media bersama Lembaga Naga Harapan Bangsa melakukan konfirmasi terkait adanya dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dilakukan oleh pengelola Yayasan Al Kautsar.
Dalam kejadian tersebut, seorang pembina sekolah berinisial D, yang juga disebut sebagai anak dari pemilik Yayasan Al Kautsar, diduga bersikap arogan kepada pihak PGRI Muncang dan kepala Sekolah SMK Al Kautsar.
Yang bersangkutan berbicara dengan nada tinggi, menggebrak kursi, memukul pintu ruang guru, serta melontarkan kata-kata kasar.
Salah satu ucapan yang terdengar di antaranya menggunakan bahasa daerah yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti, “Pergi kalian semua.”
Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, hampir seluruh siswa penerima dana PIP diduga mengalami pemotongan sebesar Rp200.000. Dana PIP yang seharusnya diterima siswa sebesar Rp900.000, namun yang diterima hanya Rp700.000.
Hal tersebut diperkuat oleh keterangan beberapa wali murid yang diwawancarai awak media. Para wali murid tersebut meminta agar identitasnya dirahasiakan.
Salah seorang wali murid menyampaikan bahwa dana PIP dicairkan melalui bank penyalur sebesar Rp900.000. Setelah pencairan, dana tersebut dibawa kembali ke pihak Sekolah Al Kautsar.
Menurut pengakuannya, sebagian dana tersebut kemudian diminta oleh salah satu oknum pengelola yayasan atau guru sebesar Rp200.000 dengan alasan untuk membayar tunggakan atau biaya tertentu.
Jurnalis: Denis | Editor: Redaksi JMN |©2026














