Irak Mulai Gali Kuburan Massal Diduga Korban Kekejaman ISIS

- Kontributor

Senin, 18 Agustus 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah tengkorak manusia ditemukan di situs penggalian al-Khafsa, selatan Mosul, Irak. Lokasi ini diyakini sebagai salah satu kuburan massal terbesar yang ditinggalkan ISIS selama masa pendudukannya antara 2014–2017

Foto: Sejumlah tengkorak manusia ditemukan di situs penggalian al-Khafsa, selatan Mosul, Irak. Lokasi ini diyakini sebagai salah satu kuburan massal terbesar yang ditinggalkan ISIS selama masa pendudukannya antara 2014–2017

Mosul,Irak-Otoritas Irak telah memulai penggalian sebuah situs yang diyakini sebagai salah satu kuburan massal terbesar peninggalan kelompok bersenjata ISIL atau ISIS. Situs ini berada di al-Khafsa, selatan kota Mosul, dan diperkirakan menampung ribuan jasad korban pembantaian yang terjadi saat ISIS menguasai wilayah tersebut pada 2014 hingga kekalahannya pada 2017.

Menurut laporan Iraqi News Agency, Minggu (17/8), proses penggalian ini melibatkan kerjasama antara pihak berwenang lokal, pengadilan, penyelidik forensik, Iraqi Martyrs Foundation, serta Direktorat Kuburan Massal.

Al-Khafsa merupakan sebuah lubang alami sedalam sekitar 150 meter dan selebar 110 meter. Lokasi ini diyakini menjadi tempat berlangsungnya beberapa kekejaman terburuk yang dilakukan ISIS selama masa pendudukannya di Irak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Departemen Penggalian Kuburan Massal dari Martyrs Foundation, Ahmad Qusay al-Asady, mengatakan kepada Associated Press bahwa timnya mulai bekerja pada 9 Agustus atas permintaan pemerintah Provinsi Nineveh. Untuk tahap awal, mereka fokus mengumpulkan sisa-sisa jasad yang tampak di permukaan serta bukti-bukti lainnya. Penggalian menyeluruh akan dilakukan setelah persiapan teknis dan bantuan internasional diperoleh.

“Al-Khafsa adalah situs yang sangat rumit,” ujar al-Asady. Ia menambahkan, tantangan besar dalam penggalian termasuk air belerang, kemungkinan adanya amunisi yang belum meledak, dan kondisi air yang dapat mempercepat pelapukan jasad sehingga menyulitkan proses identifikasi DNA.

Berdasarkan kesaksian dari warga dan keluarga korban, pihak berwenang memperkirakan terdapat setidaknya 4.000 jasad di lokasi ini, dengan kemungkinan jumlah sebenarnya jauh lebih banyak. Sekitar 70 persen dari jasad yang ditemukan diyakini merupakan anggota militer dan polisi Irak, serta warga sipil lainnya, termasuk etnis Yazidi.

ISIS, yang pada puncaknya menguasai wilayah seluas setengah dari Inggris Raya di Irak dan Suriah, dikenal atas kekejaman brutalnya, termasuk pembantaian ribuan orang Yazidi dan perbudakan terhadap ribuan wanita dari kelompok minoritas tersebut. Serangan terhadap komunitas Yazidi di distrik Sinjar pada 2014 meninggalkan luka yang dalam, dan hingga kini mereka masih berjuang untuk pulih.

Baca Juga  CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka

Rabah Nouri Attiyah, seorang pengacara yang menangani lebih dari 70 kasus orang hilang di Nineveh, menyebut al-Khafsa sebagai “kuburan massal terbesar dalam sejarah modern Irak.” Meski demikian, al-Asady menegaskan bahwa ukuran pasti dari situs tersebut masih belum bisa dipastikan.

Menurut kesaksian warga, para pejuang ISIS sering membawa korban ke lokasi ini menggunakan bus, dan banyak di antara mereka yang dibunuh dengan cara dipenggal.

Selain penggalian terkait era ISIS, pemerintah Irak juga terus menemukan kuburan massal lain yang berasal dari masa pemerintahan Saddam Hussein, yang digulingkan pada 2003 dalam invasi pimpinan Amerika Serikat.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tiba di Paris, Kunjungan Resmi Kenegaraan Perkuat Kerja Sama Super Strategis
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Serentak 2026 di Tuban
Kejagung didorong terapkan yurisdiksi universal untuk kasus Palestina
Misi Kemanusiaan Garuda Merah Putih-II di Gaza, Kado Indonesia di HUT ke-80 RI
Jenderal Top Rusia Kehilangan Anggota Tubuh Akibat Serangan Berani Ukraina di Kursk
Pemerintah Akan Tarik Utang Rp 781,9 Triliun di 2026, Mayoritas dari SBN
Trump Desak Ukraina Akhiri Perang, Zelensky Dapat Dukungan Eropa Jelang Pertemuan di Gedung Putih
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:29 WIB

Presiden Prabowo Tiba di Paris, Kunjungan Resmi Kenegaraan Perkuat Kerja Sama Super Strategis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:36 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Serentak 2026 di Tuban

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:40 WIB

Kejagung didorong terapkan yurisdiksi universal untuk kasus Palestina

Senin, 18 Agustus 2025 - 12:35 WIB

Misi Kemanusiaan Garuda Merah Putih-II di Gaza, Kado Indonesia di HUT ke-80 RI

Senin, 18 Agustus 2025 - 12:29 WIB

Irak Mulai Gali Kuburan Massal Diduga Korban Kekejaman ISIS

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

PT Banten Tegaskan Kehadiran dalam Sidang Putusan Banding Merupakan Hak Para Pihak

Senin, 29 Jun 2026 - 15:26 WIB