Anggaran Rp. 192 Juta untuk Drainase: Warga Telukpinang Pertanyakan Spesifikasi Pengerjaan

- Kontributor

Rabu, 2 Oktober 2024 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, 2 Oktober 2024 – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota/Kabupaten Bogor kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 192.391.000,- untuk pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai di Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Proyek ini dipercayakan kepada CV. Bratasena Raya sebagai pelaksana dan PT. Tiga Muda Persada sebagai konsultan pengawas.

Namun, proyek ini menuai kontroversi karena diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya. Dugaan ini muncul karena tidak adanya volume yang tertulis pada papan informasi yang terpasang di tembok rumah salah satu warga setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, anggaran untuk KIP (Kegiatan Infrastruktur Publik) seharusnya mencakup pembuatan banner informasi beserta tiang pemasangannya.

Ketika awak media melakukan inspeksi ke lokasi pengerjaan, ditemukan bahwa sepanjang pembangunan drainase tidak menggunakan pondasi atau pasir sebagai penahan tanah.

Hal ini berpotensi membuat drainase tidak bertahan lama. Selain itu, banyak bagian batu belah yang sudah terpasang tidak menyentuh tanah, menambah kekhawatiran akan kualitas pengerjaan.

Seorang warga yang enggan disebut namanya mengeluhkan tanah sisa galian yang dibiarkan menumpuk di depan rumahnya.

Hal ini menyebabkan aliran air terhambat saat hujan, sehingga air masuk ke dalam rumahnya dan menyebabkan banjir.

Tanah yang berserakan di jalan juga membuat jalan menjadi licin saat hujan, membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

“Tolong sebelum pekerja pulang, tanah-tanah ini dipindahkan dulu. Jangan dibiarkan di sini. Kemarin waktu hujan, airnya masuk ke rumah saya sampai banjir gara-gara tersumbat alirannya kalau tanah itu ditaruh di sini. Lihat saja, sampai ke jalan begitu, jadi licin. Kemarin saja ada yang jatuh,” ucapnya.

Baca Juga  Ambrolnya Bangunan irigasi di Desa Tanjungwangi, Kabid SDA Langsung Sigap, Begini katanya

Proyek ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai transparansi dan kualitas pengerjaan.

Masyarakat tentu berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk memastikan proyek ini sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan tidak merugikan masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

KY Umumkan 36 Nama Lolos Seleksi Kualitas Calon Hakim Agung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:11 WIB

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK panggil Direktur PNBP SDA dan KND Kemenkeu Sebagai Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 11:24 WIB