Scroll untuk baca artikel
Gemini-Generated-Image-k1zdjhk1zdjhk1zd
Floating Left Ad
Tetap update berita terbaru & opini menarik hanya di JournalMediaNews.com! • Update pasar & ekonomi • Tips menulis artikel menarik • Event JournalMediaNews
Banner News 370x90 - Times New Roman
Kesehatan

Dinkes Tangerang Ingatkan Warga Waspadai Perindukan Nyamuk DBD

65
×

Dinkes Tangerang Ingatkan Warga Waspadai Perindukan Nyamuk DBD

Sebarkan artikel ini
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di rumah warga. Kegiatan ini sebagai langkah pencegahan DBD dan edukasi pembasmian sarang nyamuk. (Dok. Puskesmas Poris Gaga Lama)
White-Blue-Professional-Website-Developer-Linked-In-Banner

Serang – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) masih perlu diwaspadai warga Kota Tangerang, terutama dengan banyaknya lokasi perindukan nyamuk Aedes aegypti di lingkungan rumah dan fasilitas umum.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni menyampaikan, sebagian besar kasus DBD berawal dari tempat penampungan air yang dibiarkan tergenang dalam waktu lama. Kondisi tersebut kerap ditemukan di sekitar permukiman warga.

Red-and-Black-Bold-Minimalist-News-Update-Instagram-Reels-Video

“Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air bersih yang tergenang. Tempatnya bisa berupa drum, tangki air, tempayan, bak mandi, WC, ember, hingga lubang pohon dan pelepah daun yang terisi air hujan,” ujar Dini, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan, penampungan air di sekitar rumah sering kali luput dari pengawasan, padahal berpotensi besar menjadi sarang jentik nyamuk, terutama saat musim penularan DBD. Karena itu, pengendalian perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

“Sebagian besar perindukan nyamuk justru berasal dari lingkungan rumah sendiri. Pengendalian paling efektif dimulai dari sumbernya dengan memastikan tidak ada genangan air yang dibiarkan,” katanya.

Dinkes Kota Tangerang juga menyoroti sampah padat yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng, botol bekas, dan wadah plastik. Warga diimbau tidak membiarkan sampah terbuka serta memperkuat pengelolaan sampah dengan pengumpulan dan pembuangan secara berkala.

 

Selain itu, lubang pohon, tempurung kelapa, dan pelepah daun turut berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk. Upaya yang dapat dilakukan antara lain menutup lubang pohon dengan tanah, mengubur tempurung kelapa, serta penggunaan larvasida temephos dengan dosis satu miligram per liter air jika ditemukan jentik.

“Masyarakat kami ajak meluangkan waktu minimal satu jam setiap minggu untuk membersihkan, menguras, dan menggosok tempat penampungan air di sekitar rumah. Langkah sederhana ini sangat berpengaruh dalam menekan risiko penularan DBD,” ucap dr. Dini.

Dinkes Kota Tangerang berharap peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menekan perkembangan nyamuk penular DBD dan menjaga kondisi kesehatan warga tetap aman.

 

Banner Google-style Bergerak
Update berita nasional: Pasar saham melonjak • Opini menarik: Tips sukses menulis artikel • Event JournalMediaNews minggu ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Footer