Proyek TPT Desa Bojong Murni Senilai Rp375 Juta Disorot Warga,Bangunan Asal Jadi

- Kontributor

Rabu, 16 Juli 2025 - 04:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor,16 Juli 2025 | Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menuai sorotan dari warga setempat. Proyek yang bersumber dari bantuan keuangan infrastruktur desa tahun 2024 melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) itu diduga dikerjakan secara asal-asalan.

Pantauan awak media pada Rabu (16/07/2025) di lokasi pembangunan yang terletak di Kampung Jambuluwuk, RT 02 RW 01, menunjukkan kondisi pondasi TPT tampak menggantung dan tidak tertanam sempurna. Hal ini memicu dugaan bahwa pekerjaan konstruksi tersebut tidak memenuhi standar teknis yang seharusnya.

Dengan nilai anggaran sebesar Rp375 juta, warga mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek yang disinyalir tidak sesuai dengan harapan. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proyek tersebut diborongkan kepada pihak ketiga berinisial HB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya bang, ini katanya pekerjaan desa tapi diborongkan ke HB. Tapi lihat saja sendiri, belum juga selesai sudah menggantung begitu pondasinya. Padahal ini kali kalau hujan deras airnya besar, bisa-bisa roboh. Sayang kan kalau ambruk, anggarannya besar. Batu juga banyak diambil dari sekitar sini, enggak semuanya dibeli,” ujarnya sambil menunjukkan tumpukan batu yang digunakan dalam proyek.

Warga juga menyampaikan kekhawatiran bahwa proyek tersebut hanya akan membuang-buang anggaran jika tidak segera diperbaiki dan diawasi dengan baik.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Bojong Murni, Kusnadi alias Madun, belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp.

Masyarakat Desa Bojong Murni berharap agar pemerintah desa dan instansi terkait segera meninjau ulang pelaksanaan proyek tersebut. Mereka menuntut adanya transparansi dan pertanggungjawaban agar pembangunan yang dilakukan benar-benar bermanfaat dan tidak berujung pada proyek mubazir.

Baca Juga  Gebyar 10 Muharram 1448 H di Cigombong Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Ikuti Pawai Ta’aruf
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

PT Banten Tegaskan Kehadiran dalam Sidang Putusan Banding Merupakan Hak Para Pihak

Senin, 29 Jun 2026 - 15:26 WIB