Scroll untuk baca artikel
Gemini-Generated-Image-k1zdjhk1zdjhk1zd
Floating Left Ad
Tetap update berita terbaru & opini menarik hanya di JournalMediaNews.com! • Update pasar & ekonomi • Tips menulis artikel menarik • Event JournalMediaNews
Banner News 370x90 - Times New Roman
Berita

Kembali Marak Penjual Obat Keras Golongan G Di Ciomas Bogor

248
×

Kembali Marak Penjual Obat Keras Golongan G Di Ciomas Bogor

Sebarkan artikel ini
White-Blue-Professional-Website-Developer-Linked-In-Banner

BOGOR– Miris rupanya masih saja banyak oknum penjual obat keras golongan G yang dengan bebas melakukan transaksi di wilayah Bogor, seperti salahsatunya di Jl. Raya Ciomas, Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tentunya hal tersebut membuat masyarakat cemas dan mempertanyakan kinerja aparatur penegak hukum setempat, Jumat (16/01/2026).

Red-and-Black-Bold-Minimalist-News-Update-Instagram-Reels-Video

Meskipun jelas bahwa penjual obat keras golongan G (obat yang seharusnya menggunakan resep dokter) tanpa izin resmi (ilegal) di Indonesia dikenakan sanksi pidana yang sangat berat berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Berikut adalah rincian pidananya:

Pidana Penjara: Pelaku yang mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar atau tidak memenuhi standar keamanan dapat dipidana penjara maksimal 12 tahun.

Denda: Pelaku dapat dikenakan denda maksimal Rp5 miliar.

Namun sepertinya hal tersebut tidak di indahkan oleh para oknum pelaku yang dengan sengaja terang-terangan dan bebas melakukan tindakan jual beli tersebut.

Bahkan pembeli yang datang banyak dari kalangan generasi muda silih berganti tiada henti seperti membeli sembako tidak ada rasa takut ataupun hawatir.

Warga yang merasa cemas para generasi muda di Ciomas Bogor menjadi generasi yang terbodohi oleh obat-obatan tersebut meminta aparat penegak hukum untuk memberikan tindakan tegas atas adanya penjualan obat jenis heximer dan tramadol di lingkungannya.

” Kami berharap agar di Ciomas gak ada yang jualan obat kaya gitu, kamu hawatir para generasi muda kami menjadi bodoh dan gak produktif karna obat-obatan kaya gitu, dulu pernah ada yang jualan di daerah sini udah ditutup tapi gak tau kenapa sekarang ada lagi”,ucap salahsatu warga yang enggan disebut namanya.

 

Jurnalis:Dahlia Octavia

 

Banner Google-style Bergerak
Update berita nasional: Pasar saham melonjak • Opini menarik: Tips sukses menulis artikel • Event JournalMediaNews minggu ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Footer